Ekonomi

NTP NTT Masih di Atas 100, Tapi Terus Turun: Siapa yang Tertekan di Balik Angka 101,55?

Reporter: Putri |  Editor: Redaksi
ntp-ntt-masih-di-atas-100-tapi-terus-turun-siapa-yang-tertekan-di-balik-angka-10155
NTP NTT Masih di Atas 100, Tapi Terus Turun: Siapa yang Tertekan di Balik Angka 101,55?

“NTP di atas 100 berarti masih surplus, tetapi surplusnya sangat tipis. Ketika harga yang diterima petani bergerak lebih lambat dibandingkan biaya yang harus dibayar, maka tekanan ekonomi tetap terjadi,” ujarnya.

Bagi rumah tangga petani kecil di NTT, kondisi ini berarti hasil panen belum sepenuhnya mampu mengimbangi kenaikan harga barang konsumsi, transportasi, serta input produksi. Kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) sebesar 0,15 persen pada November 2025 mempertegas situasi tersebut.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Advertising

Dengan kata lain, petani masih bertahan, tetapi semakin sulit bernapas.

Ketimpangan Antar Subsektor: Tidak Semua Petani Mengalami Hal yang Sama

Penurunan NTP NTT bukan fenomena merata. Data BPS menunjukkan adanya ketimpangan tekanan antar subsektor pertanian.

Subsektor yang paling tertekan adalah tanaman perkebunan rakyat, dengan penurunan NTP sebesar 2,76 persen. Penurunan ini dipicu oleh melemahnya harga komoditas unggulan seperti kakao, biji jambu mete, dan kemiri—komoditas yang menjadi sandaran hidup banyak petani di Flores, Lembata, dan Alor.

Exit mobile version