WALHI NTT: Jangan Korbankan Pulau Kecil Demi Ambisi Produksi Garam Nasional
Kupang, Reformanews.com – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Nusa Tenggara Timur mengingatkan pemerintah agar tidak mengorbankan keselamatan ekologis pulau-pulau kecil demi mengejar target swasembada garam nasional. Peringatan tersebut disampaikan menyusul pengembangan proyek Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kabupaten Rote Ndao yang saat ini menjadi salah satu proyek strategis nasional di sektor pergaraman.
Sorotan terhadap proyek tersebut kembali menguat setelah kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, ke lokasi pengembangan K-SIGN di Rote Ndao. Pemerintah menempatkan proyek ini sebagai bagian dari agenda hilirisasi dan swasembada garam nasional untuk menjawab kebutuhan garam Indonesia yang mencapai sekitar lima juta ton per tahun.
Dalam berbagai dokumen pemerintah, kawasan K-SIGN diproyeksikan menjadi sentra industri garam terbesar di Indonesia dengan target produksi mencapai sekitar 2 hingga 2,6 juta ton per tahun. Proyek tersebut merupakan implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Pergaraman Nasional.
