Dengan demikian, peningkatan intermediasi tidak hanya bergantung pada kapasitas sektor keuangan, tetapi juga membutuhkan perbaikan kondisi yang mendukung aktivitas usaha.
Sekretaris Himpunan Bank Milik Negara Eko Setyo Nugroho turut memberikan testimoni mengenai upaya menggiatkan perekonomian melalui pembiayaan produktif.
Peluncuran KSK No. 47 dihadiri Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae, Sekretaris KSSK Arief Wibisono, serta perwakilan Kementerian PPN, LPS, perbankan, industri keuangan nonbank, asosiasi, ekonom, dan akademisi.
Bank Indonesia berharap kajian tersebut menjadi referensi bagi pembuat kebijakan dan pelaku industri dalam membaca perkembangan stabilitas sistem keuangan.
KSK No. 47 juga diharapkan dapat memperkuat ekspektasi positif dunia usaha terhadap kondisi sistem keuangan nasional.
Dengan ketahanan perbankan yang tetap kuat, ruang intermediasi diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pembiayaan sektor produktif dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia.
