Ekonomi

Janji Prabowo: Indonesia Akan Capai Swasembada Pangan dalam 5 Tahun

Reporter: Dedy |  Editor: Redaksi
Prabowo Subianto

Beras menjadi salah satu komoditas utama yang paling banyak diimpor oleh Indonesia, dengan Thailand menjadi negara penyuplai terbesar. Pada 2023, impor beras dari Thailand mencapai 1,38 juta ton atau 45,12% dari total impor beras.

Diikuti oleh Vietnam dengan 1,14 juta ton (37,47%), Pakistan 309 ribu ton (10,10%), Myanmar 141 ribu ton (4,61%), dan negara-negara lainnya menyumbang sekitar 83 ribu ton atau 2,70%.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Advertising

Langkah Menuju Swasembada Pangan

Untuk mencapai swasembada pangan, Prabowo menekankan perlunya upaya strategis dan kolaboratif antara pemerintah dan berbagai pihak terkait. Dalam pidatonya, ia menyinggung tentang pentingnya dukungan teknologi dan riset yang kuat, terutama dalam bidang pertanian dan ketahanan pangan.

Penggunaan teknologi modern dalam proses produksi, distribusi, serta pengelolaan sumber daya alam dipandang sebagai langkah penting untuk meningkatkan produktivitas pangan di dalam negeri.

Selain itu, Prabowo juga mendorong reformasi dalam sektor pertanian, termasuk peningkatan kesejahteraan petani. Menurutnya, petani adalah tulang punggung ketahanan pangan Indonesia, dan oleh karena itu, pemerintah harus fokus pada kebijakan yang mendukung peningkatan hasil pertanian sekaligus menyejahterakan para petani.

“Dengan kerjasama seluruh pihak, baik pemerintah, petani, dan ahli-ahli yang kompeten, saya yakin Indonesia mampu mewujudkan swasembada pangan dalam waktu 4 hingga 5 tahun mendatang,” tegas Prabowo.

Dalam penutup pidatonya, Prabowo kembali menekankan pentingnya kedaulatan pangan sebagai kunci ketahanan nasional. Ia menargetkan bahwa dalam lima tahun ke depan, Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan domestik, tetapi juga menjadi salah satu pengekspor pangan terbesar di dunia.

Exit mobile version