Ekonomi

Keripik Pisang “Auren” dari Perbatasan RI–RDTL: Cita Rasa Lokal, Sentuhan TNI Yonarmed 12 Kostrad Sektor Timur

Reporter: Amor |  Editor: Admin
Keripik Pisang “Auren” dari Perbatasan RI–RDTL: Cita Rasa Lokal, Sentuhan TNI Yonarmed 12 Kostrad Sektor Timur

Seperti benang yang merajut harapan, keterlibatan TNI menghadirkan makna lebih dari sekadar pengamanan. Mereka hadir sebagai penggerak, memberi dorongan agar masyarakat mampu berdiri dan berkembang dari hasil bumi sendiri.

Namun demikian, tantangan masih membentang. Menurut Kapten Rosy Pujiantoro, salah satu kendala utama saat ini adalah pemasaran produk yang masih terbatas. Akses pasar yang belum luas membuat produk lokal seperti “Keripik Pisang Auren” belum sepenuhnya dikenal di luar wilayah.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Advertising

“Kami melihat potensi ini sangat besar, hanya saja pemasaran masih menjadi tantangan. Perlu dukungan semua pihak agar produk lokal ini bisa menjangkau pasar yang lebih luas,” ungkap Kapten Rosy Pujiantoro.

Ia juga berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Malaka dapat turut ambil bagian dalam mendorong pemasaran produk lokal tersebut, sehingga keripik pisang “Auren” tidak hanya dikenal di wilayah perbatasan, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas.

Meski begitu, harapan tetap menyala. Dari perbatasan yang sunyi, keripik pisang ini menjadi simbol bahwa dengan kebersamaan, hal kecil bisa tumbuh menjadi sesuatu yang besar—sebuah rasa, karya, dan langkah menuju kemandirian ekonomi masyarakat.

Exit mobile version