Berita

Perpamsi NTT Gandeng BPKP, Bongkar Tantangan Tata Kelola dan Tingginya Kehilangan Air

perpamsi-ntt-gandeng-bpkp-bongkar-tantangan-tata-kelola-dan-tingginya-kehilangan-air

Tingginya kehilangan air menimbulkan konsekuensi berlapis. Air yang telah diproduksi dan didistribusikan membutuhkan biaya pengolahan, energi, pemeliharaan jaringan, serta biaya operasional lainnya. Ketika sebagian air tidak tercatat atau tidak menghasilkan penerimaan, kemampuan perusahaan untuk menutup biaya tersebut ikut tertekan.

Dampaknya dapat merambat pada terbatasnya dana untuk memperbaiki jaringan, memperluas cakupan pelayanan, meningkatkan kontinuitas distribusi, dan menjaga kualitas air bagi pelanggan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Advertising

Karena itu, penanganan NRW tidak cukup hanya mengandalkan perbaikan pipa yang bocor. Perumda perlu memperkuat pemetaan jaringan, mengidentifikasi zona kehilangan air, menertibkan sambungan ilegal berdasarkan pemeriksaan, meningkatkan akurasi meter pelanggan, serta memastikan pencatatan produksi dan distribusi dilakukan secara terukur.

Pengawasan terhadap pegawai dan evaluasi prosedur operasional juga perlu berjalan beriringan. Dengan sistem pengendalian internal yang efektif, potensi penyimpangan dapat dideteksi lebih dini dan tindak lanjutnya dilakukan secara akuntabel.

Exit mobile version