Keterlibatan BPKP dinilai strategis untuk membantu perusahaan daerah memahami ketentuan yang berlaku, mengidentifikasi potensi risiko, serta meningkatkan kesiapan dalam menghadapi pemeriksaan dan audit. Namun, tantangan sesungguhnya terletak pada konsistensi setiap perusahaan dalam menerjemahkan arahan tersebut menjadi perbaikan nyata di lapangan.
Kehilangan Air Menggerus Pendapatan Perusahaan
Salah satu isu penting yang menjadi perhatian dalam forum tersebut adalah non-revenue water (NRW), yakni air yang masuk ke sistem distribusi tetapi tidak menghasilkan pendapatan bagi perusahaan.
Kehilangan air dapat disebabkan berbagai faktor, mulai dari kebocoran pipa, kerusakan infrastruktur, ketidakakuratan pencatatan meter, hingga penggunaan air tanpa izin. Kelemahan pengawasan dan pengendalian internal juga dapat memperbesar risiko apabila tidak ditangani secara sistematis.
Dalam materi yang menjadi perhatian PD Perpamsi NTT, turut diangkat persoalan dugaan penggunaan air secara ilegal oleh oknum masyarakat serta potensi penyimpangan yang melibatkan oknum pegawai perusahaan. Hal tersebut merupakan isu yang perlu ditangani melalui pemeriksaan dan pengawasan yang tepat, tanpa mengesampingkan prinsip kehati-hatian dalam memastikan fakta.
