“Selain perencanaan, yang utama adalah pelatihan SDM agar siap menghadapi berbagai kondisi di lapangan,” katanya.
Nusron yang juga menjabat sebagai Ketua MUI Bidang Penanggulangan Bencana menjelaskan tahapan penanganan bencana, mulai dari evakuasi, tanggap darurat, hingga tahap pemulihan dan rehabilitasi.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal MUI, Amirsyah Tambunan, menyoroti posisi geografis Indonesia yang berada di kawasan rawan bencana sebagai alasan pentingnya penguatan sistem mitigasi.
“Indonesia berada di jalur cincin api Pasifik, sehingga potensi bencana sangat tinggi,” ujarnya.
Melalui kerja sama dengan Kementerian ATR/BPN, MUI berharap dapat berkontribusi dalam membantu pemerintah menghadapi berbagai jenis bencana, mulai dari banjir, longsor, hingga bencana geologi seperti tsunami.
Rapat kerja ini juga diakhiri dengan penyerahan atribut dari Ketua LAK-PB MUI, Hasan Basri Sagala, kepada Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, sebagai simbol penguatan sinergi antar lembaga.
