FK, Minggu, 12 Januari 2025, sekitar pukul 12.00 siang, kabar duka menyelimuti kota Lewoleba. Bapa Hugo Beding, seorang figur yang dihormati dan dikenal karena kedisiplinannya, meninggal dunia di Rumah Sakit St. Elisabeth Bukit Lewoleba.
Kabar ini segera menyebar, membawa kesedihan mendalam bagi keluarga dan mereka yang mengenalnya.
Bagi saya, Bapa Hugo Beding bukan hanya sekadar sosok kepala sekolah yang tegas, tetapi juga seorang mentor yang secara tidak langsung membentuk perjalanan hidup saya. Pertama kali mengenalnya saat saya menjadi murid di Sekolah Menengah Ekonomi Atas (SMEA) Kawula Karya Lewoleba, di mana beliau menjadi kepala sekolah. Disiplin dan ketegasannya sering kali membuat kami, para murid, merasa segan. Namun, di balik ketegasan itu, tersimpan rasa sayang dan perhatian yang mendalam.
Kenangan paling membekas adalah saat beliau menampar saya di depan kelas, menyangka saya sebagai biang keributan. Peristiwa itu menorehkan luka dan rasa dendam, tetapi juga menjadi titik balik yang mempererat hubungan kami di masa depan. Siapa sangka, putrinya yang cantik, Yosefina Natalia Leli Bediona, yang awalnya hanya teman sekelas, kemudian menjadi istri saya.
