Perjalanan cinta kami yang awalnya penuh tantangan akhirnya mendapat restu dari Bapa Hugo Beding. Beliau menerima saya dengan lapang dada, meski awalnya saya hanya seorang murid biasa dengan latar belakang sederhana. Pernikahan kami pada tahun 1996 menjadi bukti nyata bahwa cinta dan kepercayaan mampu mengatasi segala rintangan.
Sebagai menantu, saya merasa diterima sepenuhnya dalam keluarga besar Bediona. Bapa Hugo sering mempercayakan berbagai urusan keluarga kepada saya, termasuk menjadi juru bicara dalam berbagai acara adat. Kepercayaan yang diberikan beliau menjadi salah satu bentuk penghormatan dan kasih sayang yang tak ternilai.
Kepergian Bapa Hugo Beding meninggalkan duka mendalam, namun warisan cintanya tetap hidup di hati kami. Terima kasih, Bapa Hugo, atas segala bimbingan, kasih sayang, dan kepercayaan yang telah diberikan. Doa kami menyertaimu dalam perjalanan menuju keabadian. Semoga engkau berbahagia bersama mama Elis di surga.
Kami akan selalu mengenangmu dengan cinta dan doa tulus dari anak-cucumu. Rest in peace, Bapa Hugo Beding.
