Berita

Jalan Rusak Parah, Warga Debululik: Kami Bayar Pajak, Tapi Pemerintah Tutup Mata

Reporter: Alfons |  Editor: Redaksi
jalan-rusak-parah

“Kami merasa pembangunan tidak adil. Indonesia mau satu abad merdeka, tapi kami di pelosok Lamaknen Selatan ini seperti belum merdeka dari lumpur,” tegasnya.

Ia menambahkan, warga Debululik adalah warga negara yang taat. Pajak dibayar, kewajiban dipenuhi. Namun, hak atas infrastruktur dasar justru diabaikan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Advertising

“Kami sudah tunaikan kewajiban kami kepada negara. Sekarang kami menagih hak kami. Jalan yang layak itu bukan kemewahan, itu kebutuhan dasar,” kata Regina dengan nada kecewa.

Regina berharap pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat tidak lagi menutup mata terhadap kondisi jalan Wesain–Debululik. Menurutnya, keterisolasian yang dibiarkan berlarut-larut hanya akan memperlebar kesenjangan antara pusat dan pinggiran.

“Jangan sampai kami terus terisolasi dan tertinggal. Wesain butuh perhatian serius, bukan sekadar janji-janji,” ujarnya.

Ia pun mengajak warga untuk terus bersuara agar persoalan ini tidak tenggelam dalam rutinitas birokrasi.
“Kalau bukan kita yang bersuara sekarang, siapa lagi? Kalau bukan sekarang diperbaiki, kapan lagi?” tutup Regina.

Exit mobile version