Berita

Jalan Rusak Parah, Warga Debululik: Kami Bayar Pajak, Tapi Pemerintah Tutup Mata

Reporter: Alfons |  Editor: Redaksi
jalan-rusak-parah

Akibatnya, warga terpaksa menjual hasil panen dalam jumlah terbatas, dengan harga jauh di bawah standar pasar. Situasi ini membuat roda ekonomi desa berjalan tersendat dan memperpanjang lingkaran kemiskinan.

“Kalau jalan seperti ini, siapa yang mau masuk beli hasil kebun kami?” keluh seorang warga.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Advertising

Akses Darurat, Warga Bertaruh Nyawa
Regina Olo, warga Dusun Debululik, yang ditemui reformanews.com di lokasi, menyebut kondisi jalan sudah berada pada tahap darurat.

“Jalan ini lebih mirip kubangan lumpur daripada jalan. Kalau hujan, kami benar-benar takut lewat,” ujar Regina.

Ia mengungkapkan, warga bahkan terpaksa menggunakan batang kayu seadanya untuk menyeberangi bagian jalan yang paling parah. Cara ini tentu sangat berisiko, terutama bagi anak-anak, lansia, dan ibu hamil.

“Kami sadar ini sangat berbahaya, tapi tidak ada pilihan lain,” katanya.
“Kami Bayar Pajak, Tapi Hak Kami Diabaikan”

Lebih jauh, Regina menyuarakan rasa ketidakadilan pembangunan yang dirasakan warga Lamaknen Selatan. Menurutnya, negara hadir hanya saat menarik kewajiban, namun absen ketika warga menuntut hak dasar.

Exit mobile version