Salah satu warga yang sering melintas di jalur tersebut, OV, mengaku sangat khawatir setiap kali harus melewati jalan itu, terutama saat musim hujan. Menurutnya, genangan air yang menutupi lubang membuat pengendara tidak dapat memperkirakan kondisi jalan, sehingga risiko kecelakaan meningkat drastis.
“Kalau hujan, jalan itu seperti jebakan. Kita tidak tahu mana yang rata dan mana yang berlubang. Banyak pengendara motor yang hampir jatuh, bahkan ada yang sudah pernah jatuh karena tidak melihat lubang yang tertutup air,” ujarnya.
Kondisi ini tidak hanya berdampak pada keselamatan pengguna jalan, tetapi juga menghambat aktivitas ekonomi masyarakat. Jalan tersebut merupakan salah satu akses penting bagi warga untuk menuju pusat kota, pasar, sekolah, maupun fasilitas umum lainnya. Kerusakan jalan membuat waktu tempuh menjadi lebih lama dan biaya transportasi meningkat, terutama bagi mereka yang menggunakan kendaraan bermotor.
Beberapa warga juga mengaku sering mengalami kerusakan kendaraan akibat kondisi jalan yang buruk. Ban kendaraan cepat aus, suspensi rusak, bahkan tidak sedikit pengendara yang harus mengeluarkan biaya tambahan untuk perbaikan kendaraan akibat sering melewati jalan rusak tersebut.
