Silfanus menilai mahasiswa harus memiliki jiwa kepemimpinan yang aktif, kritis, dan berani berkembang. IMM, menurutnya, harus mampu melahirkan kader yang siap menjadi pemimpin di berbagai bidang kehidupan.
“Organisasi bukan tempat mencari nama, tetapi tempat membentuk kualitas diri,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh anggota IMM Kefamenanu untuk menjaga persatuan dan solidaritas organisasi. Perbedaan pendapat, menurutnya, merupakan hal biasa dalam proses berorganisasi, tetapi tidak boleh menjadi pemicu perpecahan.
Selain itu, IMM Kefamenanu diharapkan semakin hadir dan bermanfaat bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan pengabdian sosial. Mahasiswa, kata Silfanus, tidak hanya dituntut cerdas secara akademik, tetapi juga harus mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Menutup pidatonya, Silfanus mengajak seluruh kader IMM Kefamenanu untuk bersama-sama membangun organisasi menjadi lebih hidup, aktif, dan bermanfaat bagi sesama.
“Karena saya percaya, organisasi yang kuat bukan lahir dari satu orang hebat, tetapi dari kebersamaan orang-orang yang mau saling merangkul dan berjuang bersama,” pungkasnya.
