“Organisasi yang kuat bukan organisasi tanpa masalah, tetapi organisasi yang mampu bertahan dan tetap bersatu di tengah perbedaan,” tegasnya.
Silfanus menyampaikan komitmennya untuk memperkuat nilai kekeluargaan di tubuh IMM Kefamenanu. Ia tidak ingin ada sekat antara senior dan junior maupun antara pengurus dan anggota. Menurutnya, seluruh kader IMM adalah satu keluarga besar yang harus saling mendukung dan merangkul dalam berbagai situasi.
Selain memperkuat solidaritas internal, IMM Kefamenanu juga berkomitmen menjaga identitas budaya Manggarai di tanah rantau. Organisasi tersebut diharapkan menjadi ruang pelestarian budaya, bahasa, dan nilai-nilai adat Manggarai agar tetap hidup dan dikenal luas.
“Kita tidak boleh melupakan asal-usul kita. Organisasi ini harus menjadi tempat di mana budaya, nilai, dan semangat orang Manggarai tetap hidup,” katanya.
Di bawah kepemimpinannya, IMM Kefamenanu juga diarahkan menjadi organisasi yang lebih aktif dan produktif melalui berbagai kegiatan nyata, seperti diskusi mahasiswa, kegiatan sosial, pengembangan minat dan bakat, serta pelestarian budaya Manggarai.
