Tokoh pemuda Desa Renrua, Frido Sesarius Nahak, saat dikonfirmasi Reformanews.com pada Senin (2/3/2026), menyampaikan keprihatinannya atas kondisi tersebut.
“Kondisi jalan di dua titik ini sangat memprihatinkan. Banyak lubang dan badan jalan rusak parah sehingga membahayakan keselamatan pengguna jalan, apalagi saat malam hari,” ujarnya.
Menurutnya, jalan tersebut merupakan urat nadi perekonomian masyarakat Desa Renrua. Tidak adanya jalur alternatif membuat warga sangat bergantung pada akses tersebut.
“Ini satu-satunya jalan yang bisa dilintasi masyarakat Desa Renrua. Kalau jalan ini rusak parah dan tidak bisa dilalui, maka aktivitas masyarakat akan lumpuh,” tegasnya.
Ia menambahkan, para pembeli, baik dari dalam maupun luar daerah, kerap mengeluhkan kondisi jalan saat hendak membeli komoditas seperti kelapa, kemiri, dan hasil pertanian lainnya.
“Kalau kondisi ini terus dibiarkan, tentu akan menghambat ekonomi masyarakat kecil yang sangat bergantung pada hasil bumi,” tambahnya.
Sebagai perwakilan pemuda dan masyarakat, Frido meminta perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Belu, Pemerintah Provinsi NTT hingga Pemerintah Pusat agar segera mengambil langkah konkret perbaikan.
