Berita

WALHI NTT Alarm Bahaya! Tambang Emas Ilegal Ancam Penyangga Taman Nasional Laiwanggi Wanggameti

Reporter: Alfonso |  Editor: Admin
WALHI NTT Alarm Bahaya! Tambang Emas Ilegal Ancam Penyangga Taman Nasional Laiwanggi Wanggameti

Kerusakan di wilayah hulu, menurut WALHI, secara langsung mengancam ketahanan air, pangan, dan keselamatan ekologis masyarakat di wilayah hilir, terlebih dalam konteks krisis iklim dan ancaman kekeringan yang kerap melanda Sumba.

WALHI NTT menegaskan bahwa aktivitas tambang emas ilegal—meskipun dilakukan secara manual—tetap menimbulkan dampak lingkungan serius. Dampak tersebut meliputi deforestasi, rusaknya vegetasi penyangga air, erosi dan longsor di kawasan berbukit, sedimentasi sungai, kerusakan mata air, hingga potensi pencemaran merkuri dan sianida. Penggunaan merkuri dalam pengolahan emas dinilai berisiko mencemari rantai makanan serta mengancam kesehatan masyarakat dalam jangka panjang.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Advertising

Secara hukum, WALHI menyebut aktivitas pertambangan tanpa izin atau di kawasan konservasi dan kawasan hutan melanggar sejumlah ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk Undang-Undang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, Undang-Undang Pertambangan Mineral dan Batubara, Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Undang-Undang Kehutanan, Undang-Undang Sumber Daya Air, serta Undang-Undang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

Exit mobile version