Berita

Dari Buruh Bangunan ke Baret Merah: Perjuangan Sunyi Petrus Manuel yang Menggetarkan

Reporter: Putri B.  |  Editor: Redaksi
dari-buruh-bangunan-ke-baret-merah-perjuangan-sunyi-petrus-manuel-yang-menggetarkan
Dari Buruh Bangunan ke Baret Merah: Perjuangan Sunyi Petrus Manuel yang Menggetarkan

Duka itu menjadi ujian paling berat. Di tengah suasana berkabung, Petrus tetap melangkah menuju hari pelantikannya. Ia percaya, menjadi tentara adalah impian yang juga dititipkan ibunya.

“Kami tahu hatinya hancur. Tapi dia bilang, ini untuk mama,” ujar Fridz lirih.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Advertising

Menuju Baret Merah

Seusai dilantik sebagai prajurit TNI AD, kabar mengejutkan datang: Petrus lulus seleksi dan berhak mengikuti pendidikan Komando Pasukan Khusus (Kopassus), pasukan elite yang dikenal dengan disiplin dan latihan kerasnya.

Pendidikan dimulai pada November 2025. Bagi Petrus, medan latihan bukan hanya soal fisik, tetapi juga pembuktian atas perjalanan panjangnya. Dari kegagalan, dari kehilangan, dari kerja kasar di bawah terik matahari Amfoang Timur.

Pada 25 Februari 2026, ia resmi dilantik sebagai prajurit Kopassus. Baret merah yang kini dikenakannya bukan sekadar simbol militer, melainkan lambang ketekunan yang tak terlihat banyak orang.

Kebanggaan dari Pinggiran Negeri
Di kampung halamannya, kisah Petrus menjadi buah tutur. Ia bukan berasal dari keluarga berada, bukan pula anak pejabat. Ia hanya pemuda desa yang menolak menyerah pada keadaan.

Exit mobile version