“Kasus ini sudah berjalan dari bulan Februari sampai sekarang sudah mau akhir Juli, tetapi kami sebagai keluarga belum mendapatkan kejelasan,” ungkap Jefrianus.
Ia mengatakan, dirinya akan tetap menunggu proses hukum dan berharap pihak kepolisian dapat memberikan kepastian kepada keluarga korban.
Jefrianus menegaskan bahwa dirinya masih percaya terhadap proses hukum yang berlaku di Indonesia. Karena itu, ia meminta agar kasus kematian ayahnya tidak dibiarkan berlarut-larut tanpa kejelasan.
“Saya akan selalu menunggu kepastian hukum dari Polres Malaka. Saya berharap hukum benar-benar ditegakkan dan kasus yang menimpa ayah saya bisa mendapatkan kejelasan,” ujarnya.
Namun, dalam kondisi emosional, Jefrianus juga menyampaikan pernyataan keras. Ia mengatakan bahwa apabila dirinya merasa hukum tidak lagi memberikan kepastian atas kasus yang menimpa ayahnya, maka ia akan mencari keadilan dengan caranya sendiri.
“Kalau hukum tidak lagi berlaku, maka saya akan sendiri mencari dengan cara saya untuk memberikan hukum yang setimpal dengan apa yang dialami oleh ayah saya,” tegasnya.
