Ia menilai pertemuan bersama menjadi penting agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat. Selain itu, melalui pertemuan tersebut, pemerintah desa dapat memberikan informasi secara terbuka terkait kondisi keuangan desa dan proses pembayaran honor atau insentif bagi para penerima.
Anselmus berharap pemerintah desa tidak mengabaikan persoalan tersebut. Sebab, menurutnya, para penerima honor juga memiliki kebutuhan keluarga yang harus dipenuhi.
“Kami hanya meminta hak kami. Kami berharap pemerintah desa memperhatikan kondisi kami karena kami juga punya kebutuhan hidup dan keluarga yang harus kami tanggung,” ujarnya.
Ia juga meminta agar persoalan tersebut dapat segera diselesaikan sehingga para Linmas, perangkat dusun, serta RT/RW yang belum menerima haknya tidak terus berada dalam ketidakpastian.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Desa Renrua belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab keterlambatan pembayaran gaji atau honor tersebut. ReformaNews.com masih berupaya mendapatkan konfirmasi dari Pj. Kepala Desa Renrua dan pihak terkait lainnya guna memperoleh informasi yang berimbang mengenai persoalan ini.
