“Saya lahir dan dibesarkan sebagai bagian dari keluarga besar IKS-PI Kera Sakti. Karena itu saya merasa memiliki tanggung jawab moral untuk ikut memperjuangkan masa depan adik-adik saya. Saya tidak ingin mereka hanya dikenal sebagai pesilat, tetapi juga menjadi petani yang sukses, peternak yang berhasil, pengrajin tenun yang berkembang, hingga pelaku UMKM yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan,” ujar Randi.
Menurutnya, pembangunan Kabupaten Malaka tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah semata, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif pemuda dalam berbagai sektor ekonomi.
“Saya mengajak seluruh anggota IKS-PI Kera Sakti di Malaka untuk mulai membentuk kelompok tani, kelompok peternak, kelompok tenun, maupun kelompok usaha lainnya. Kalau kelompok ini terbentuk dengan baik, saya siap mengawal dan memperjuangkan bantuan melalui jalur pemerintah, baik dari sisi regulasi maupun penganggaran di DPRD,” katanya.
Randi menegaskan, komitmen tersebut bukan sekadar janji politik, melainkan bentuk tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat yang ingin melihat generasi muda Malaka lebih maju dan mandiri.
