Andy menjelaskan bahwa sejak akses jalan terputus akibat longsor pada awal Juni 2026, aktivitas masyarakat mengalami kendala, terutama dalam mengangkut hasil pertanian menuju pasar di Kabupaten Malaka.
Dengan selesainya pekerjaan perbaikan jalan tersebut, masyarakat Desa Obaki kini kembali dapat memasarkan berbagai hasil bumi seperti kacang hijau, kopra, dan kemiri ke wilayah Kabupaten Malaka maupun daerah lainnya.
“Jalan ini memiliki peran strategis karena menjadi jalur utama distribusi hasil pertanian masyarakat. Setelah akses kembali normal, tentu akan sangat membantu para petani dalam meningkatkan aktivitas ekonomi dan memperlancar transportasi barang maupun jasa,” jelasnya.
Ia juga berharap semangat kebersamaan yang telah ditunjukkan masyarakat Desa Obaki dan Desa Muke dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam menghadapi berbagai persoalan pembangunan di tingkat desa.
“Kami berharap hubungan baik antara masyarakat dan pemerintah desa di kedua wilayah ini terus terjaga. Apa yang dilakukan hari ini menunjukkan bahwa batas administrasi tidak menjadi penghalang untuk saling membantu demi kepentingan bersama,” tambahnya.
