Berita

Dugaan Penganiayaan Karyawan Alfamart di Atambua oleh Oknum TNI Berakhir Damai, Serka Haidir Ali Beri Klarifikasi

Reporter: Arianto |  Editor: Redaksi
Dugaan Penganiayaan Karyawan Alfamart di Atambua oleh Oknum TNI Berakhir Damai, Serka Haidir Ali Beri Klarifikasi
Potret Oknum TNI

 

“Saya lalu konfirmasi total belanjaannya Rp5.500. Dia tanya lagi berapa, saya jawab Rp5.500. Setelah itu dia marah dan bilang kenapa tidak bilang satu kali. Tiba-tiba tangannya langsung naik ke saya,” katanya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Advertising

 

Akibat kejadian tersebut, Fabianus mengaku mengalami luka pada bagian hidung dan bibir.

 

“Setelah dipukul, hidung saya berdarah dan bibir saya pecah. Saya langsung ke belakang untuk berkumur,” tuturnya.

 

Fabianus diketahui merupakan warga Desa Meneleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu. Ia lahir pada 14 Maret 2004.

 

Kasus dugaan penganiayaan tersebut sempat menjadi perhatian masyarakat karena pelaku disebut mengenakan seragam TNI saat kejadian berlangsung.

 

Menanggapi pemberitaan tersebut, Serka Haidir Ali selaku Dansi Intel Yonif 744/SYB menyampaikan klarifikasi kepada Reformanews.com. Menurutnya, permasalahan yang terjadi antara dirinya dan Fabianus Seran Dully telah dimediasi serta diselesaikan secara kekeluargaan oleh kedua belah pihak.

 

Exit mobile version