“Waktu itu pihak Polda meminta laporan dari Kasie Pidum mengenai barang bukti yang sudah dikumpulkan. Dalam laporan tersebut pihak Polres Belu menyebutkan barang bukti berupa satu unit sepeda motor, satu buah helm, sandal, dan baju korban. Namun tidak ada penyebutan mengenai karung yang ditemukan di lokasi kejadian,” ujar Aloysius.
Ia menjelaskan, saat mendengar pemaparan tersebut dirinya langsung menunjukkan foto dua karung Bulog yang ditemukan di sekitar jenazah korban. Satu karung disebut berada di bagian kaki korban, sementara satu lainnya berada di dekat kepala korban.
“Karena tidak disebutkan dalam laporan, saya langsung menunjukkan foto karung tersebut kepada pihak Dumas Polda NTT,” katanya.
Aloysius mengaku, setelah melihat foto yang ditunjukkan keluarga korban, Kasubagdumasan Polda NTT AKP Anas terlihat terkejut dan mempertanyakan keberadaan barang bukti tersebut.
“Pak Anas sempat mengatakan, ‘Loh ini ada karung?’ Kemudian Kanit Pidum Polres Belu menjawab, ‘Siap, siap’,” ungkap Aloysius.
