Berita

DAX NINDANA PHPT PMKRI SALATIGA SOROTI INKONSISTENSI PRABOWO SOAL RUPIAH DI TENGAH PELEMAHAN KURS

Reporter: Arianto |  Editor: Redaksi
DAX NINDANA PHPT PMKRI SALATIGA SOROTI INKONSISTENSI PRABOWO SOAL RUPIAH DI TENGAH PELEMAHAN KURS
Potret Presidium Hubungan Perguruan Tinggi (PHPT) PMKRI Salatiga (Dax Nindana)

 

“Publik melihat adanya kontradiksi yang cukup tajam. Di satu sisi rupiah disebut sebagai simbol kedaulatan negara yang harus dijaga, tetapi di sisi lain pelemahan rupiah dianggap tidak terlalu berdampak karena masyarakat desa tidak menggunakan dolar,” ujar Dax.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Advertising

 

Dax menilai pernyataan tersebut berpotensi menyesatkan pemahaman masyarakat mengenai dampak nilai tukar terhadap kehidupan sehari-hari. Menurutnya, meskipun masyarakat desa tidak bertransaksi langsung menggunakan dolar, berbagai kebutuhan pokok tetap dipengaruhi oleh nilai tukar karena banyak bahan baku dan komoditas yang bergantung pada impor.

 

Ia mencontohkan sektor pertanian yang menggunakan pupuk berbahan baku impor, bahan bakar untuk alat pertanian, hingga kebutuhan konsumsi seperti gandum, kedelai, dan obat-obatan yang memiliki keterkaitan dengan pergerakan dolar AS.

 

“Ketika rupiah melemah, biaya produksi meningkat dan pada akhirnya harga barang di tingkat masyarakat ikut terdorong naik. Dampaknya tidak hanya dirasakan pelaku usaha besar, tetapi juga masyarakat desa,” tegasnya.

Exit mobile version