Menurut Yosep, setiap pekerja dibayar sebesar Rp70.000 per hari. Kegiatan pembersihan tersebut telah berlangsung selama kurang lebih tiga bulan.
“Kami terpaksa menyewa masyarakat untuk menggali tanah longsor. Biayanya Rp70 ribu per orang per hari. Sudah berjalan sekitar tiga bulan. Semua biaya kami tanggung sendiri,” jelasnya.
Demi membiayai pekerjaan tersebut, pasangan lansia itu mengaku terpaksa menjual ternak dan hasil bumi yang selama ini menjadi sumber penghidupan keluarga. Bahkan, mereka juga harus meminjam uang dari keluarga dekat untuk menutupi kebutuhan biaya penggalian.
“Kami sudah jual ternak, jual hasil kebun, bahkan pinjam uang dari keluarga karena tidak ada bantuan dari mana pun. Semua kami lakukan agar rumah kami tidak tertimbun longsor,” katanya.
Yosep mengaku kecewa karena hingga saat ini belum ada perhatian maupun bantuan dari pemerintah setempat. Menurutnya, kondisi yang dialaminya sudah berlangsung cukup lama, namun belum mendapat respons dari pihak RT, RW, Dusun maupun Pemerintah Desa Makir.
