Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak seluruh anggota PERMAMORA untuk tidak menjadi penonton terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Sebagai mahasiswa dan generasi intelektual, lanjutnya, kader PERMAMORA harus mampu hadir sebagai agen perubahan yang memperjuangkan kepentingan rakyat melalui cara-cara yang bermartabat, intelektual, dan tetap menjunjung tinggi nilai persaudaraan.
“Kita tidak boleh tumbuh menjadi kader yang hanya aktif dalam kegiatan seremonial organisasi tetapi diam terhadap penderitaan masyarakat. Di sinilah makna integritas dan revolusioner itu diuji,” katanya.
Kristina menegaskan bahwa PERMAMORA harus hadir sebagai suara masyarakat Miomaffo Barat dengan mengawal pembangunan daerah, mengkritisi kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat, serta mendorong pemerintah untuk lebih serius memperhatikan kondisi infrastruktur yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
Ia berharap para anggota baru yang telah dilantik mampu menjadi kader yang tidak hanya dikenal melalui atribut organisasi, tetapi juga melalui keberanian, kepedulian, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
