Ia juga menanggapi pernyataan Bupati Malaka yang sebelumnya meminta agar pemerintah terus dikritik terkait persoalan infrastruktur jalan. Menurutnya, kritik yang disampaikan masyarakat dan organisasi PMKRI merupakan bentuk aspirasi rakyat yang merasakan langsung penderitaan akibat buruknya kondisi jalan.
“Bupati jangan hanya meminta untuk dikritik, tetapi harus membuktikan kepemimpinannya dengan memberikan solusi nyata. Rakyat tidak butuh ruang untuk mengeluh saja, rakyat butuh jalan yang layak untuk dilalui,” ujarnya.
Yan Nabu menambahkan bahwa pembangunan di Kabupaten Malaka harus merata dan menyentuh wilayah-wilayah yang selama ini terisolasi akibat infrastruktur yang rusak, termasuk Kecamatan Rinhat.
“Kritik yang kami sampaikan adalah bentuk pengawalan terhadap pembangunan daerah. Pemerintah harus menjawabnya dengan kebijakan anggaran yang tepat sasaran, terutama untuk perbaikan jalan Lotas. Jangan sampai masyarakat merasa dianaktirikan dalam pembangunan,” katanya.
Sebagai bentuk komitmen perjuangan organisasi, Yan Nabu menegaskan bahwa Germas PMKRI Malaka akan terus mengawal persoalan tersebut hingga ada pengerjaan fisik di lapangan.
