“Kami satu lembaga merasa sangat dirugikan dengan video yang beredar dan diunggah oleh akun Instagram CE5974CE. Konten yang disampaikan sangat tidak pantas dan telah mencoreng nama baik kampus STKIP Sinar Pancasila Betun,” ujar Yohanes Seran.
Ia menjelaskan bahwa dalam unggahan Instagram Story akun tersebut terdapat sejumlah kalimat yang dinilai menghina dan merendahkan martabat perempuan serta mencoreng nama baik mahasiswa STKIP Sinar Pancasila Betun. Beberapa isi unggahan itu di antaranya berbunyi:
> “Katanya Mahasiswa STKIP Betun ko mau sih sama suami orang. Bujang banyak nona ko mau deng suami orang. Konsepnya nona gimana perempuan jual diri atau tidak tahu diri.”
Selain itu, akun tersebut juga mengunggah kalimat lain yang dianggap mengandung penghinaan dan kata-kata vulgar terhadap perempuan.
“Bergaya dengan hasil jual pe**k aja bangga minimal kalau sudah jual pe**k jangan gatal juga sama laki orang nanti datang labrak situ bilang laki laki yang gatal padahal ose memang asli pe**k salnter.”














