Ketua panitia pelaksana, Syahroni Pratama, dalam keterangannya kepada media ini melalui WhatsApp pada 3 April 2026, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah awal membangun ruang diskusi kritis di kalangan mahasiswa.
“Nobar dan diskusi ini merupakan program pertama sekaligus launching Forum Mengakar yang dibentuk oleh Cipayung Plus Sintang. Forum ini menjadi sarana berdialektika bersama guna meningkatkan kapasitas intelektualitas mahasiswa di Sintang. Melalui film Pesta Babi, kita dapat melihat bagaimana kondisi masyarakat di Papua yang masih mengalami intimidasi. Ini menjadi isu bersama yang harus kita suarakan. Kita tidak bisa hanya diam, melainkan harus berani melawan ketidakadilan,” ujar Syahroni.
Sementara itu, Agnes, kader PMKRI, menilai film yang diputar memiliki nilai edukatif bagi generasi muda.
“Film ini sangat direkomendasikan bagi mahasiswa maupun anak muda. Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari realitas yang ditampilkan,” ungkapnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh Yandi, salah satu masyarakat umum yang hadir. Ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam memahami kondisi sosial masyarakat.
