“DJ itu bukan cuma putar lagu. Kita harus tahu kapan suasana naik, kapan kasih lagu santai, kapan bikin ramai lagi. Jadi harus peka sama penonton,” jelas Ray.
Salah satu hal yang paling ia syukuri adalah kesempatan untuk tampil di berbagai kota di Indonesia. Dari perjalanan tersebut, ia merasa bangga bisa membawa identitas sebagai anak Kupang ke panggung nasional.
“Puji Tuhan saya sudah pernah keliling Indonesia. Saya bangga karena saya asli Kupang. Saya ingin tunjukkan bahwa anak daerah juga bisa bersaing dan berkarya,” ujarnya penuh semangat.
Ray menilai bahwa banyak talenta muda di daerah yang memiliki kemampuan besar, namun terkadang kurang percaya diri atau terbatas fasilitas. Karena itu, ia berharap kisah perjalanannya bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya di Kupang dan Nusa Tenggara Timur.
“Saya ingin anak-anak muda percaya diri. Jangan pikir kalau dari daerah tidak bisa sukses. Yang penting mau belajar, konsisten, dan jangan takut mulai dari nol,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa era digital saat ini memberi peluang besar bagi siapa saja untuk belajar. Banyak pengetahuan yang bisa diakses melalui internet, aplikasi, maupun media sosial. Karena itu, tidak ada alasan untuk berhenti berkembang.
