Menurut Ray, proses belajar melalui aplikasi tidak mudah. Ia harus memahami banyak hal sendiri tanpa mentor tetap. Ia belajar melalui video di internet, mendengarkan musik, mencoba berbagai teknik, lalu mengulanginya berkali-kali sampai paham.
“Dulu saya belajar sendiri. Kalau salah ya ulang lagi. Kalau belum bagus ya coba lagi. Kadang sampai malam hanya untuk belajar satu transisi lagu,” jelasnya.
Masa belajar tersebut berlangsung cukup lama. Dari tahun 2013 hingga beberapa tahun berikutnya, Ray terus mengasah kemampuan secara mandiri. Baginya, keterbatasan alat bukan alasan untuk berhenti bermimpi.
Ia mengatakan bahwa semangat terbesar datang dari keyakinan bahwa suatu saat dirinya akan mendapat kesempatan tampil langsung menggunakan alat DJ sungguhan.
Harapan itu akhirnya datang pada tahun 2021.
Setelah sekian lama hanya berlatih melalui aplikasi, Ray untuk pertama kalinya memegang alat DJ secara langsung. Momen itu menjadi titik balik penting dalam perjalanan kariernya.
“Tahun 2021 saya pertama kali pegang alat DJ langsung. Saya sempat gugup, tapi saya beranikan diri untuk langsung main. Karena saya merasa selama ini sudah belajar cukup lama walaupun dari aplikasi,” ujar Ray.
