Kondisi ini tentu sangat berisiko, terutama ketika musim hujan tiba atau saat angin kencang melanda wilayah tersebut. Air hujan berpotensi masuk ke dalam rumah, sementara struktur bangunan yang lemah bisa membahayakan keselamatan penghuni.
Selain itu, keterbatasan ekonomi yang dihadapi Mama Maria membuatnya tidak memiliki kemampuan untuk memperbaiki atau membangun rumah secara mandiri. Ia hanya bisa berharap pada bantuan pemerintah agar dapat memiliki tempat tinggal yang lebih layak.
Kisah Mama Maria Wagilda Bere menjadi gambaran nyata bahwa program bantuan yang ada belum sepenuhnya menjangkau kebutuhan paling mendasar masyarakat. Meski bantuan seperti ternak, sanitasi, dan fasilitas air bersih sangat penting, namun kebutuhan akan rumah layak huni tetap menjadi prioritas utama yang tidak boleh diabaikan.
Program rumah layak huni sendiri sebenarnya telah menjadi salah satu fokus pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah. Namun, dalam pelaksanaannya, masih banyak masyarakat yang belum tersentuh program tersebut, terutama mereka yang tinggal di wilayah pedesaan dan terpencil.
