“Kalau ada orang sakit dan harus dibawa ke puskesmas atau rumah sakit, kami sangat kesulitan. Jalan rusak membuat perjalanan jadi lebih lama dan berisiko. Ini menyangkut nyawa manusia,” ungkap seorang warga lainnya.
Masyarakat Dusun Fohokiik berharap Pemerintah Kabupaten Malaka, melalui dinas terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki jalan tersebut. Mereka menilai bahwa perbaikan infrastruktur jalan merupakan kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda lagi.
Warga juga meminta agar pemerintah tidak hanya melakukan perbaikan sementara yang bersifat tambal sulam, tetapi melakukan perbaikan secara menyeluruh dan berkualitas agar jalan dapat bertahan dalam jangka waktu yang lebih lama.
“Jangan hanya tambal sulam, karena biasanya tidak bertahan lama. Kami ingin perbaikan yang benar-benar serius dan tuntas,” tegas Vinsen.
Di sisi lain, masyarakat juga mempertanyakan alokasi anggaran infrastruktur yang dinilai belum menyentuh kebutuhan mendasar di wilayah mereka. Mereka berharap adanya transparansi dan prioritas yang jelas dari pemerintah daerah dalam menentukan program pembangunan.
