Ia juga menyoroti potensi kecelakaan yang bisa terjadi kapan saja akibat kondisi jalan yang tidak layak. Terlebih lagi, pada malam hari minimnya penerangan membuat lubang-lubang di jalan tidak terlihat jelas oleh pengendara.
“Kami khawatir akan terjadi kecelakaan, apalagi bagi anak-anak sekolah dan pengendara motor. Sudah ada beberapa yang hampir jatuh karena tidak melihat lubang. Ini sangat berbahaya kalau terus dibiarkan,” tambahnya.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh sejumlah warga lainnya yang ditemui di sekitar lokasi. Mereka mengaku sudah berkali-kali menyampaikan aspirasi melalui berbagai forum, namun belum ada tindak lanjut yang nyata. Bahkan, beberapa warga menilai bahwa kondisi ini mencerminkan lemahnya perhatian pemerintah terhadap infrastruktur dasar di wilayah pedesaan.
Selain mengganggu mobilitas dan aktivitas ekonomi, kerusakan jalan ini juga berdampak pada akses layanan publik. Warga mengaku kesulitan ketika harus membawa anggota keluarga yang sakit ke fasilitas kesehatan terdekat. Dalam kondisi darurat, keterlambatan akibat jalan rusak bisa berakibat fatal.
