“Semangat kerja, integritas, dan ketulusan beliau dalam melayani masyarakat adalah warisan berharga yang harus kita lanjutkan. Ini bukan hanya tentang mengenang, tetapi juga melanjutkan apa yang telah beliau mulai,” tambahnya.
Lebih lanjut, Bupati juga menyinggung momentum perayaan Paskah yang bertepatan dengan suasana duka tersebut. Ia menekankan bahwa nilai kebangkitan Kristus menjadi pengingat akan harapan dan kehidupan kekal, sekaligus penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan.
“Kita percaya bahwa setiap kebaikan yang telah ditaburkan oleh almarhum akan menjadi berkat. Kiranya keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan penghiburan oleh Tuhan,” ujarnya.
Bupati Willy Lay juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan melanjutkan semangat pengabdian demi kemajuan Kabupaten Belu ke depan.
“Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga semangat persatuan dan cinta terhadap daerah ini sebagaimana yang telah dicontohkan oleh almarhum,” tegasnya.
Upacara pemakaman kedinasan tersebut berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh unsur Forkopimda Kabupaten Belu, Ketua dan anggota DPRD, Penjabat Sekretaris Daerah, para pimpinan OPD, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, ASN, serta keluarga besar almarhum.
