“Manuel diduga kuat menjadi penampung Kerbau dari Timor Leste yang masuk secara ilegal. Bahkan, ada dugaan kerja sama dengan pihak tertentu di pos perbatasan,” ujar salah satu sumber kepada media ini.
Menurut keterangan warga lainnya, ternak yang dibawa masuk ke Indonesia tersebut diduga merupakan hasil pencurian dari wilayah Aikakar, Timor Leste.
Dugaan ini menimbulkan kekhawatiran serius, mengingat praktik pencurian ternak dapat memicu konflik antar masyarakat lintas negara, khususnya di wilayah perbatasan yang memiliki hubungan sosial dan kekerabatan yang kuat.
Tidak hanya itu, masyarakat juga menyoroti dugaan keterlibatan oknum di Pos Satgas Pamtas RI–RDTL Ailala yang disebut-sebut memberikan akses atau membiarkan ternak tersebut melintas tanpa pengawasan ketat.
Jika dugaan ini benar, maka hal tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap tugas dan tanggung jawab aparat dalam menjaga kedaulatan wilayah serta mencegah aktivitas ilegal.
“Kalau memang benar ada kerja sama dengan oknum, ini sangat disayangkan. Satgas seharusnya menjaga perbatasan, bukan justru membuka celah untuk penyelundupan,” ungkap warga lainnya dengan nada kecewa.
