Menurut Laurensius, pengalaman di komisariat menjadi fondasi penting dalam memahami bahwa organisasi adalah ruang pembelajaran tentang tanggung jawab, solidaritas, dan kebersamaan. Tidak semua proses berjalan mulus, namun setiap dinamika selalu memberikan pelajaran bagi kader.
“Dari komisariat saya belajar bahwa kepemimpinan bukan sekadar soal jabatan. Kepemimpinan adalah kesediaan untuk bekerja bersama dan menjaga komitmen terhadap nilai-nilai yang diperjuangkan organisasi,” katanya.
Lebih lanjut ia menuturkan, perjalanan dari komisariat menuju kepemimpinan di tingkat cabang bukan sekadar perpindahan posisi dalam struktur organisasi. Perjalanan tersebut merupakan proses pembelajaran yang terus berlanjut, dengan tanggung jawab yang semakin luas.
Di tingkat cabang, kata dia, seorang pemimpin harus mampu menghadapi dinamika kader dari berbagai perguruan tinggi dengan latar belakang yang berbeda. Karena itu, kepemimpinan menuntut kedewasaan sikap, kemampuan membangun komunikasi, serta menjaga kebersamaan dalam organisasi.
