“Kami akan bawa persoalan ini ke POM untuk disikapi secara serius. Ini bukan terjadi di kali atau tepat di garis perbatasan, tetapi di dalam rumah yang sudah cukup jauh dari perbatasan,” tegasnya.
Ia juga menilai tindakan kekerasan tersebut tidak dapat dibenarkan meskipun berkaitan dengan penertiban barang ilegal.
“Kasihan, ini hanya demi sesuap nasi. Boleh saja dilakukan penertiban, tetapi tidak boleh sampai memukul, apalagi menodongkan pistol. Ini bukan lagi penertiban, tapi kekerasan yang sudah berniat jahat,” ungkapnya.
“Kami tidak terima diperlakukan seperti ini. Kami juga manusia, bukan binatang. Satgas seharusnya bertindak profesional dan menghormati hak asasi manusia,” tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Reformanews.com masih berupaya mengonfirmasi pihak Satgas terkait dugaan tindakan kekerasan tersebut guna mendapatkan klarifikasi dan penjelasan resmi.
