<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PolresTTU &#8211; ReformaNews.Com</title>
	<atom:link href="https://reformanews.com/tag/polresttu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://reformanews.com</link>
	<description>Referensi Informasi Teraktual</description>
	<lastBuildDate>Wed, 29 Jul 2026 12:14:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://reformanews.com/wp-content/uploads/2024/08/cropped-thumb-32x32.png</url>
	<title>PolresTTU &#8211; ReformaNews.Com</title>
	<link>https://reformanews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Usai Tanggapan Polres TTU, Kuasa Hukum Servasius Seko Desak Penyidik Uji Objektif Alat Bukti</title>
		<link>https://reformanews.com/hukum-kriminal/https-reformanews-com-tag-hukum-kriminal-67/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alfons Molo]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2026 12:14:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[BeritaHukum]]></category>
		<category><![CDATA[FaktaHukum]]></category>
		<category><![CDATA[GelarPerkara]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnalisme]]></category>
		<category><![CDATA[Keadilan]]></category>
		<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[KuasaHukum]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<category><![CDATA[PenegakanHukum]]></category>
		<category><![CDATA[PoldaNTT]]></category>
		<category><![CDATA[PolresTTU]]></category>
		<category><![CDATA[ProsesHukum]]></category>
		<category><![CDATA[Tersangka]]></category>
		<category><![CDATA[TimorTengahUtara]]></category>
		<category><![CDATA[TransparansiHukum]]></category>
		<category><![CDATA[TTU]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://reformanews.com/?p=6564</guid>

					<description><![CDATA[Usai Tanggapan Polres TTU, Kuasa Hukum Servasius Seko...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Usai Tanggapan Polres TTU, Kuasa Hukum Servasius Seko Desak Penyidik Uji Objektif Alat Bukti</strong></p>
<p><strong>TTU</strong>, <span style="color: #0000ff">Reformanews.com</span> – Polemik penetapan delapan tersangka dalam perkara dugaan penganiayaan di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) belum mereda. Setelah Polres TTU menegaskan bahwa penetapan para tersangka telah dilakukan berdasarkan alat bukti yang cukup, tim kuasa hukum Servasius Seko kembali menyampaikan tanggapan. Mereka meminta penyidik menguji secara objektif seluruh alat bukti, termasuk fakta yang diklaim menunjukkan kliennya berada di luar kampung saat peristiwa terjadi.</p>
<p>Dalam pernyataan tertulis yang diterima Reformanews.com,Rabu,29/7/2026. tim kuasa hukum mempertanyakan dasar pembuktian yang digunakan penyidik terhadap klien mereka.</p>
<p>&#8220;Apakah benar terdapat saksi yang secara tegas menerangkan bahwa klien kami, Servasius Seko, turut melakukan tindak kekerasan sebagaimana yang disangkakan?&#8221; demikian pernyataan tim kuasa hukum.</p>
<p>Kuasa hukum menegaskan, pada saat peristiwa yang dipersoalkan terjadi, Servasius Seko tidak berada di lokasi kejadian, melainkan berada di luar kampung. Menurut mereka, hal tersebut bukan sekadar dalil pembelaan, tetapi akan dibuktikan melalui keterangan saksi-saksi yang mengetahui secara langsung keberadaan kliennya pada waktu yang sama dengan peristiwa yang sedang disidik.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Polres TTU Tegaskan Penetapan Delapan Tersangka Kasus Fafinesu Berdasarkan Alat Bukti, Respons Pernyataan Kuasa Hukum SS</title>
		<link>https://reformanews.com/hukum-kriminal/https-reformanews-com-tag-hukum-kriminal-66/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alfons Molo]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2026 11:27:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[BeritaHukum]]></category>
		<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<category><![CDATA[PenegakanHukum]]></category>
		<category><![CDATA[PenetapanTersangka]]></category>
		<category><![CDATA[PolresTTU]]></category>
		<category><![CDATA[ProsesHukum]]></category>
		<category><![CDATA[SupremasiHukum]]></category>
		<category><![CDATA[TTU]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://reformanews.com/?p=6557</guid>

					<description><![CDATA[Polres TTU Tegaskan Penetapan Delapan Tersangka Kasus Fafinesu...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Polres TTU Tegaskan Penetapan Delapan Tersangka Kasus Fafinesu Berdasarkan Alat Bukti, Respons Pernyataan Kuasa Hukum SS</strong></p>
<p><strong>TTU</strong>, <span style="color: #0000ff">Reformanews.com</span> – Polres Timor Tengah Utara (TTU) akhirnya memberikan tanggapan resmi atas pernyataan tim kuasa hukum salah satu dari delapan tersangka berinisial SS yang mempertanyakan dasar penetapan kliennya sebagai tersangka dalam perkara dugaan penganiayaan di Desa Fafinesu. Kepolisian menegaskan bahwa seluruh proses penetapan tersangka telah dilakukan sesuai prosedur hukum dan didasarkan pada alat bukti yang cukup.</p>
<p>Tanggapan tersebut disampaikan Kapolres TTU melalui Kasi Humas dalam pesan WhatsApp yang diterima media ini pada Selasa (28/7/2026).</p>
<p>Dalam keterangannya, AKP Anselmus Pera menegaskan bahwa Polres TTU menghormati hak setiap warga negara untuk memperoleh pendampingan hukum serta menyampaikan pembelaan sesuai mekanisme yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.</p>
<p>&#8220;Polres Timor Tengah Utara menghormati hak setiap warga negara untuk memperoleh pendampingan hukum dan menyampaikan pembelaan sesuai ketentuan yang berlaku,&#8221; ujarnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Januarius Min Tabati Pertanyakan Dua Alat Bukti Penetapan Tersangka Servasius Seko, Desak Kapolda NTT Gelar Perkara Khusus</title>
		<link>https://reformanews.com/hukum-kriminal/https-reformanews-com-tag-hukum-kriminal-65/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alfons Molo]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2026 05:26:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[DuaAlatBuktiKUHAP]]></category>
		<category><![CDATA[GelarPerkaraKhusus]]></category>
		<category><![CDATA[HakAsasiManusia]]></category>
		<category><![CDATA[JanuariusMinTabati]]></category>
		<category><![CDATA[KapoldaNTT]]></category>
		<category><![CDATA[KomnasHAM]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<category><![CDATA[PenetapanTersangka]]></category>
		<category><![CDATA[PolresTTU]]></category>
		<category><![CDATA[PradugaTakBersalah]]></category>
		<category><![CDATA[PropamPoldaNTT]]></category>
		<category><![CDATA[ServasiusSeko]]></category>
		<category><![CDATA[TabatiFerox]]></category>
		<category><![CDATA[TimorTengahUtara]]></category>
		<category><![CDATA[TTU]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://reformanews.com/?p=6554</guid>

					<description><![CDATA[Januarius Min Tabati Pertanyakan Dua Alat Bukti Penetapan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Januarius Min Tabati Pertanyakan Dua Alat Bukti Penetapan Tersangka Servasius Seko, Desak Kapolda NTT Gelar Perkara Khusus</strong></p>
<p><strong>TTU</strong>, <span style="color: #0000ff">Reformanews.com</span> – Penetapan Servasius Seko sebagai salah satu dari delapan tersangka dalam perkara yang tengah ditangani Polres Timor Tengah Utara (TTU) mendapat sorotan dari tim kuasa hukumnya. Mereka mempertanyakan dasar hukum dan kecukupan alat bukti yang digunakan penyidik, bahkan mendesak Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) memerintahkan dilaksanakannya Gelar Perkara Khusus.</p>
<p>Sorotan tersebut disampaikan kuasa hukum Servasius Seko, Januarius Min Tabati, S.H., pengacara muda asal Tun&#8217;noe, Biboki, alumni Fakultas Hukum Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang yang dikenal dengan sapaan &#8220;Tabati Ferox&#8221;.</p>
<p>Menurut Januarius, hingga kini penyidik belum memberikan penjelasan yang memadai mengenai dua alat bukti yang menjadi dasar penetapan kliennya sebagai tersangka.</p>
<p>&#8220;Pertanyaan kami sederhana. Dua alat bukti apa yang menjadi dasar penyidik menetapkan klien kami, Servasius Seko, sebagai tersangka?&#8221; tegas Januarius dalam keterangan pers yang diterima Reformanews.com.Selasa,28/7/2026.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kuasa Hukum Servasius Seko Pertanyakan Dua Alat Bukti Penetapan Tersangka, Desak Kapolda NTT Gelar Perkara Khusus</title>
		<link>https://reformanews.com/hukum-kriminal/https-reformanews-com-tag-hukum-kriminal-64/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alfons Molo]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Jul 2026 23:51:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[DueProcessOfLaw]]></category>
		<category><![CDATA[GelarPerkaraKhusus]]></category>
		<category><![CDATA[JanuariusMinTabati]]></category>
		<category><![CDATA[KapoldaNTT]]></category>
		<category><![CDATA[KuasaHukum]]></category>
		<category><![CDATA[KUHAP]]></category>
		<category><![CDATA[MahkamahKonstitusi]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<category><![CDATA[PenetapanTersangka]]></category>
		<category><![CDATA[PolresTTU]]></category>
		<category><![CDATA[ServasiusSeko]]></category>
		<category><![CDATA[TabatiFerox]]></category>
		<category><![CDATA[TimorTengahUtara]]></category>
		<category><![CDATA[TTU]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://reformanews.com/?p=6541</guid>

					<description><![CDATA[Kuasa Hukum Servasius Seko Pertanyakan Dua Alat Bukti...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kuasa Hukum Servasius Seko Pertanyakan Dua Alat Bukti Penetapan Tersangka, Desak Kapolda NTT Gelar Perkara Khusus</strong></p>
<p><strong>TTU</strong>, <span style="color: #0000ff">Reformanews.com</span> – Penetapan Servasius Seko sebagai salah satu dari delapan tersangka dalam perkara yang tengah ditangani Polres Timor Tengah Utara (TTU) mendapat sorotan dari tim kuasa hukumnya. Mereka mempertanyakan dasar hukum dan kecukupan alat bukti yang digunakan penyidik, bahkan mendesak Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) turun tangan dengan memerintahkan dilaksanakannya Gelar Perkara Khusus.</p>
<p>Sorotan tersebut disampaikan kuasa hukum Servasius Seko, Januarius Min Tabati, S.H., pengacara muda asal Tun&#8217;noe–Biboki, alumni Fakultas Hukum Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang yang dikenal dengan sapaan &#8220;Tabati Ferox&#8221;.</p>
<p>Menurutnya, hingga saat ini penyidik belum memberikan penjelasan yang memadai mengenai dua alat bukti yang menjadi dasar penetapan kliennya sebagai tersangka.</p>
<p>&#8220;Pertanyaan kami sederhana. Dua alat bukti apa yang menjadi dasar penyidik menetapkan klien kami, Servasius Seko, sebagai tersangka?&#8221; tegas Januarius dalam keterangan pers yang diterima Reformanews.com.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kredibilitas Penegakan Hukum TTU Dipertaruhkan, PMKRI Desak Kapolda NTT Evaluasi Kasat Reskrim dalam Kasus Yohanes Naiheli</title>
		<link>https://reformanews.com/hukum-kriminal/https-reformanews-com-tag-hukum-kriminal-49/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alfons Molo]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 10:06:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[BeritaNTT]]></category>
		<category><![CDATA[HukumDanKeadilan]]></category>
		<category><![CDATA[Insana]]></category>
		<category><![CDATA[KapoldaNTT]]></category>
		<category><![CDATA[KasusPengeroyokan]]></category>
		<category><![CDATA[KeadilanUntukKorban]]></category>
		<category><![CDATA[Kefamenanu]]></category>
		<category><![CDATA[NusaTenggaraTimur]]></category>
		<category><![CDATA[PenegakanHukum]]></category>
		<category><![CDATA[PMKRIKefamenanu]]></category>
		<category><![CDATA[PolisiPresisi]]></category>
		<category><![CDATA[PolresTTU]]></category>
		<category><![CDATA[TransparansiHukum]]></category>
		<category><![CDATA[TTU]]></category>
		<category><![CDATA[YohanesNaiheli]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://reformanews.com/?p=5974</guid>

					<description><![CDATA[Kredibilitas Penegakan Hukum TTU Dipertaruhkan, PMKRI Desak Kapolda...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kredibilitas Penegakan Hukum TTU Dipertaruhkan, PMKRI Desak Kapolda NTT Evaluasi Kasat Reskrim dalam Kasus Yohanes Naiheli</strong></p>
<p><strong>Kefamenanu</strong>, <span style="color: #0000ff">Reformanews.com</span> – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kefamenanu melalui Presidium Gerakan Kemasyarakatan (Germas), Yohanes Niko Seran Sakan, menyampaikan keprihatinan serius terhadap penanganan kasus dugaan pengeroyokan yang dialami Yohanes Naiheli (30), warga Desa Fatuoin, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).</p>
<p>PMKRI menilai hingga saat ini proses penanganan perkara tersebut belum mampu menghadirkan kepastian hukum yang memadai bagi korban maupun keluarganya. Kondisi ini dinilai berpotensi mengikis kepercayaan publik terhadap kinerja aparat penegak hukum yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjamin keadilan bagi masyarakat.</p>
<p>Kasus yang terjadi pada Januari 2026 di wilayah Ekavalo, Desa Oinbit, Kecamatan Insana, itu menjadi perhatian publik setelah korban mengalami luka berat yang cukup serius. Yohanes Naiheli diketahui mengalami patah tulang pada sejumlah bagian tangan kiri serta cedera berat pada kepala yang mengharuskannya menjalani operasi di Rumah Sakit Ben Mboi Kupang.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kasus Pengeroyokan Warga Fatuoin hingga Luka Berat Didesak Ditangani Serius Polres TTU</title>
		<link>https://reformanews.com/hukum-kriminal/https-reformanews-com-tag-hukum-kriminal-45/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alfons Molo]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2026 05:54:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[BeritaNTT]]></category>
		<category><![CDATA[BeritaTTU]]></category>
		<category><![CDATA[Ekavalo]]></category>
		<category><![CDATA[HukumIndonesia]]></category>
		<category><![CDATA[InfoTTU]]></category>
		<category><![CDATA[Insana Fatuoin]]></category>
		<category><![CDATA[KeadilanUntukKorban]]></category>
		<category><![CDATA[KriminalNTT]]></category>
		<category><![CDATA[MediaLokal]]></category>
		<category><![CDATA[NewsUpdate]]></category>
		<category><![CDATA[NusaTenggaraTimur]]></category>
		<category><![CDATA[PenegakanHukum]]></category>
		<category><![CDATA[Pengeroyokan]]></category>
		<category><![CDATA[PolresTTU]]></category>
		<category><![CDATA[TimorTengahUtara]]></category>
		<category><![CDATA[ViralNTT]]></category>
		<category><![CDATA[YohanesNaiheli]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://reformanews.com/?p=5943</guid>

					<description><![CDATA[Korban mengaku dikeroyok enam orang pria setelah menolak...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Korban mengaku dikeroyok enam orang pria setelah menolak memberikan sebotol sopi yang hendak dibawanya untuk keperluan keluarga. Akibat kejadian itu, ia mengalami patah tulang dan cedera serius di kepala hingga harus menjalani operasi di RS Ben Mboi Kupang.</strong></p>
<p><strong>TTU</strong>, <span style="color: #0000ff">Reformanews.com</span> – Seorang warga Desa Fatuoin, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, diduga menjadi korban pengeroyokan brutal yang dilakukan oleh enam orang pria di wilayah Ekavalo, Desa Oinbit, Kecamatan Insana, pada Rabu dini hari, 14 Januari 2026.</p>
<p>Korban bernama Yohanes Naiheli (30) mengalami luka berat berupa patah tulang di sejumlah bagian tubuh serta cedera serius di kepala akibat benturan benda keras. Kondisinya yang kritis membuat ia harus dirujuk hingga ke Rumah Sakit Ben Mboi Kupang untuk menjalani tindakan operasi.</p>
<p>Saat ditemui media ini di kediamannya di Desa Fatuoin, Yohanes menuturkan bahwa kondisinya kini mulai membaik. Namun, ia mengaku belum pulih sepenuhnya karena tangan kirinya masih belum dapat digerakkan secara normal.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
