<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Penegakan Hukum &#8211; ReformaNews.Com</title>
	<atom:link href="https://reformanews.com/tag/penegakan-hukum/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://reformanews.com</link>
	<description>Referensi Informasi Teraktual</description>
	<lastBuildDate>Sun, 26 Apr 2026 01:42:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://reformanews.com/wp-content/uploads/2024/08/cropped-thumb-32x32.png</url>
	<title>Penegakan Hukum &#8211; ReformaNews.Com</title>
	<link>https://reformanews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Vonis Bebas Yohanes Flori Bongkar Carut-Marut Penegakan Hukum di TWA Ruteng</title>
		<link>https://reformanews.com/hukum-kriminal/https-reformanews-com-tag-hukum-kriminal-29/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alfons Molo]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 05:01:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Bongkar]]></category>
		<category><![CDATA[Carut-Marut]]></category>
		<category><![CDATA[Penegakan Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[TWA Ruteng]]></category>
		<category><![CDATA[vonis bebas]]></category>
		<category><![CDATA[Yohanes Flori]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://reformanews.com/?p=5188</guid>

					<description><![CDATA[Vonis Bebas Yohanes Flori Bongkar Carut-Marut Penegakan Hukum...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Vonis Bebas Yohanes Flori Bongkar Carut-Marut Penegakan Hukum di TWA Ruteng</strong></p>
<p><strong>Kupang</strong>, <span style="color: #0000ff;">Reformanews.com</span> – Vonis bebas terhadap Yohanes Flori oleh Pengadilan Negeri Ruteng pada 10 April 2026 dinilai bukan sekadar akhir dari sebuah perkara pidana, melainkan membuka tabir persoalan serius dalam penanganan konflik tapal batas antara kawasan konservasi dan wilayah hidup masyarakat adat di Taman Wisata Alam (TWA) Ruteng.</p>
<p>Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Nusa Tenggara Timur menilai, sejak awal perkara ini telah menunjukkan adanya kekeliruan dalam konstruksi hukum yang digunakan aparat. Yohanes Flori ditangkap pada Maret 2025 oleh petugas Balai Besar KSDA Ruteng saat membangun rumah di Lok Pahar—wilayah yang secara adat diakui sebagai bagian dari ulayat Lando-Lawi.</p>
<p>Namun, legitimasi adat tersebut tidak menjadi pertimbangan utama dalam proses hukum. WALHI NTT menilai negara justru menggunakan Pasal 12 huruf b dan c Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan (P3H), yang sejatinya diperuntukkan bagi kejahatan kehutanan terorganisir.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tegaskan Komitmen Kementerian ATR/BPN: Irjen Saksikan Penandatanganan SKB Timnas PK dan Aksi Pencegahan Korupsi 2025-2026</title>
		<link>https://reformanews.com/nasional/tegaskan-komitmen-kementerian-atr-bpn-irjen-saksikan-penandatanganan-skb-timnas-pk-dan-aksi-pencegahan-korupsi-2025-2026/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ReformaNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Feb 2025 02:05:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Aksi Pencegahan Korupsi 2025-2026]]></category>
		<category><![CDATA[Irjen ATR/BPN]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi Anti-Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Komitmen Kementerian ATR/BPN]]></category>
		<category><![CDATA[Pencegahan Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Penegakan Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Perizinan dan Tata Niaga]]></category>
		<category><![CDATA[SKB Timnas PK]]></category>
		<category><![CDATA[Strategi Nasional Pencegahan Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Timnas PK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://reformanews.com/?p=1844</guid>

					<description><![CDATA[Reformanews.Com, Jakarta &#8211; Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Reformanews.Com, <a href="https://reformanews.com/tag/nasional">Jakarta</a></strong> &#8211; Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional <a href="https://reformanews.com/tag/atr-bpn">(ATR/BPN)</a> kembali menegaskan komitmennya dalam pemberantasan korupsi. Irjen Kementerian ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, hadir untuk menyaksikan penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) Tim Nasional Pencegahan Korupsi (Timnas PK) dan Aksi Pencegahan Korupsi 2025-2026. Acara yang digelar di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi <a href="https://reformanews.com/tag/kpk">(KPK)</a> ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk menanggulangi korupsi di seluruh tingkatan pemerintahan.</p>
<p>Irjen Dalu Agung Darmawan menjelaskan bahwa penandatanganan <a href="https://reformanews.com/tag/skb">SKB</a> merupakan langkah konkret dalam upaya pencegahan korupsi. Selain menyaksikan proses tersebut, Irjen Kementerian ATR/BPN juga ikut melakukan paraf pada lembar Komitmen Pelaksanaan Aksi Pencegahan Korupsi 2025-2026. SKB ini mencakup 15 aksi pencegahan yang fokus pada tiga aspek utama: Perizinan dan Tata Niaga, Keuangan Negara, serta Penegakan Hukum dan Reformasi Birokrasi.</p>
<p>Dalu Agung Darmawan menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai kementerian dan lembaga dalam menjalankan komitmen ini. &#8220;Implementasi komitmen ini tidak hanya melibatkan <a href="https://reformanews.com/tag/atr-bpn">kementerian ATR/BPN</a>, namun juga memerlukan kerja sama dengan 67 kementerian/lembaga lainnya, serta 34 pemerintah provinsi yang turut menandatangani SKB,&#8221; jelasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
