<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pendaftaran Tanah &#8211; ReformaNews.Com</title>
	<atom:link href="https://reformanews.com/tag/pendaftaran-tanah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://reformanews.com</link>
	<description>Referensi Informasi Teraktual</description>
	<lastBuildDate>Sat, 27 Jun 2026 02:24:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://reformanews.com/wp-content/uploads/2024/08/cropped-thumb-32x32.png</url>
	<title>Pendaftaran Tanah &#8211; ReformaNews.Com</title>
	<link>https://reformanews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Banyak Warga Kaget! Ini Alasan Luas Sertipikat Tanah Bisa Berbeda dari Letter C dan Girik</title>
		<link>https://reformanews.com/berita/banyak-warga-kaget-ini-alasan-luas-sertipikat-tanah-bisa-berbeda-dari-letter-c-dan-girik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ReformaNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2026 02:23:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[ATR/BPN]]></category>
		<category><![CDATA[kepastian hukum tanah]]></category>
		<category><![CDATA[Letter C]]></category>
		<category><![CDATA[Letter D]]></category>
		<category><![CDATA[Pendaftaran Tanah]]></category>
		<category><![CDATA[pengukuran tanah]]></category>
		<category><![CDATA[perbedaan luas sertipikat dan girik]]></category>
		<category><![CDATA[sertipikat tanah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://reformanews.com/?p=6116</guid>

					<description><![CDATA[Banyak Warga Kaget! Ini Alasan Luas Sertipikat Tanah...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak Warga Kaget! Ini Alasan Luas Sertipikat Tanah Bisa Berbeda dari Letter C dan Girik</p>
<p><strong>Jakarta, <a href="https://reformanews.com/tag/nasional">RFC</a></strong> &#8211; Tidak sedikit masyarakat yang merasa bingung bahkan khawatir ketika mendapati luas tanah yang tercantum dalam sertipikat berbeda dengan data yang tertera pada dokumen lama seperti Letter C, Letter D, girik, maupun petuk. Perbedaan angka luas tersebut kerap memunculkan pertanyaan, bahkan menimbulkan kekhawatiran akan adanya kesalahan dalam proses pengukuran atau penerbitan sertipikat.</p>
<p>Padahal, menurut Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), perbedaan luas antara sertipikat tanah dan alas hak lama merupakan kondisi yang lazim terjadi dan tidak selalu menunjukkan adanya masalah hukum maupun administratif.</p>
<p>Direktur Survei dan Pemetaan Tematik Kementerian ATR/BPN, Agus Apriawan, menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu langsung berasumsi negatif ketika menemukan perbedaan tersebut.</p>
<p>&#8220;Yang perlu dipahami adalah bahwa kepastian pengukuran tanah terletak pada kepastian posisi, batas, dan bentuk bidang tanah, bukan semata-mata pada angka luas yang tercantum dalam dokumen,&#8221; ujarnya saat ditemui di Kementerian ATR/BPN, Jakarta.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Suku Boti Jadi Role Model Nasional: Tanah Ulayat Resmi Masuk Program Pendaftaran ATR/BPN</title>
		<link>https://reformanews.com/nasional/suku-boti-jadi-role-model-nasional-tanah-ulayat-resmi-masuk-program-pendaftaran-atr-bpn/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ReformaNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2025 13:07:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[ATR/BPN]]></category>
		<category><![CDATA[hak tanah adat]]></category>
		<category><![CDATA[ILASPP]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Timor Tengah Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat hukum adat]]></category>
		<category><![CDATA[Pendaftaran Tanah]]></category>
		<category><![CDATA[perlindungan agraria.]]></category>
		<category><![CDATA[PTSL]]></category>
		<category><![CDATA[Suku Boti]]></category>
		<category><![CDATA[Tanah Ulayat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://reformanews.com/?p=2738</guid>

					<description><![CDATA[Timor Tengah Selatan, RFC &#8211; Suku Boti, komunitas...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Timor Tengah Selatan,<a href="https://reformanews.com/tag/nasional"> RFC</a></strong> &#8211; Suku Boti, komunitas adat yang hidup di pedalaman Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), resmi mencatat sejarah baru. Tanah ulayat mereka kini masuk ke dalam agenda Pendaftaran Tanah Ulayat Nasional yang digulirkan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Langkah ini menjadikan Suku Boti sebagai role model nasional dalam pengakuan dan perlindungan hak masyarakat hukum adat di Indonesia.</p>
<p>Pada Kamis, 18 September 2025, Kementerian ATR/BPN menggelar Sosialisasi Pengadministrasian dan Pendaftaran Tanah Ulayat di Desa Boti, TTS. Acara tersebut serentak dilaksanakan di tiga kabupaten NTT, yakni Timor Tengah Selatan, Sumba Timur, dan Manggarai Timur. Staf Ahli Bidang Reformasi Birokrasi Kementerian ATR/BPN, Deni Santo, menegaskan bahwa program ini adalah bukti keseriusan negara dalam melindungi masyarakat adat.</p>
<p>“Kementerian ATR/BPN sebagai institusi yang mengurus tanah dan ruang harus menjadi motor penggerak dalam memberikan perlindungan bagi masyarakat hukum adat sesuai amanat konstitusi,” ujar Deni Santo.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
