<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pemerintah Kabupaten Belu &#8211; ReformaNews.Com</title>
	<atom:link href="https://reformanews.com/tag/pemerintah-kabupaten-belu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://reformanews.com</link>
	<description>Referensi Informasi Teraktual</description>
	<lastBuildDate>Tue, 28 Jul 2026 05:09:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://reformanews.com/wp-content/uploads/2024/08/cropped-thumb-32x32.png</url>
	<title>Pemerintah Kabupaten Belu &#8211; ReformaNews.Com</title>
	<link>https://reformanews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>KKN Tematik GENTASKIN 2026 di Desa Renrua Dorong Kebun Gizi dan Pengembangan UMKM untuk Tekan Stunting</title>
		<link>https://reformanews.com/berita/6548/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arianto Yanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2026 05:07:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Renrua]]></category>
		<category><![CDATA[KKN TEMATIK GENTASKIN]]></category>
		<category><![CDATA[Oktavianus Gama]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Kabupaten Belu]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah Kecamatan Raimanuk]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Pusat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://reformanews.com/?p=6548</guid>

					<description><![CDATA[KKN Tematik GENTASKIN 2026 di Desa Renrua Dorong...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KKN Tematik GENTASKIN 2026 di Desa Renrua Dorong Kebun Gizi dan Pengembangan UMKM untuk Tekan Stunting</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>BELU, <a href="https://reformanews.com/tag/berita">RFC</a></strong> – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik GENTASKIN 2026 di Desa Renrua, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, mendorong sejumlah kegiatan pemberdayaan masyarakat yang diarahkan untuk mendukung upaya penurunan angka stunting sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat desa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Salah satu program yang dilakukan adalah pembuatan bedeng untuk kebun gizi yang akan dimanfaatkan sebagai tempat menanam berbagai jenis sayuran. Selain itu, mahasiswa KKN juga memberikan perhatian pada pengolahan pupuk, kesehatan, penanganan stunting, pendidikan, hingga pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ketua Koordinator KKN Tematik GENTASKIN 2026, Oktavianus Gama, mengatakan program tersebut dirancang untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat Desa Renrua, terutama dalam mendukung pemenuhan gizi keluarga dan upaya pencegahan stunting.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hak Perangkat Desa Renrua Diduga Belum Dibayar Sejak Januari, BEM STISIP Fajar Timur Desak Bupati Belu Usut Kinerja PJ Desa</title>
		<link>https://reformanews.com/berita/6526/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arianto Yanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Jul 2026 13:44:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Kabupaten Belu]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah Desa Renrua]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Kabupaten Belu]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah Kecamatan Raimanuk]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Pusat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://reformanews.com/?p=6526</guid>

					<description><![CDATA[Hak Perangkat Desa Renrua Diduga Belum Dibayar Sejak...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Hak Perangkat Desa Renrua Diduga Belum Dibayar Sejak Januari, BEM STISIP Fajar Timur Desak Bupati Belu Usut Kinerja PJ Desa</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>BELU, <a href="https://reformanews.com/tag/berita">RFC</a></strong> – Dugaan belum dibayarkannya hak sejumlah perangkat Desa Renrua, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, sejak Januari 2026 hingga saat ini mendapat sorotan dari mahasiswa STISIP Fajar Timur Atambua.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ketua BEM STISIP Fajar Timur Atambua, Wilfridus Kali, mendesak Bupati Belu agar tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah untuk mengusut persoalan tersebut. Ia meminta agar kinerja Penjabat (PJ) Kepala Desa Renrua diperiksa sehingga masyarakat, khususnya perangkat desa yang telah menjalankan tugasnya, mendapatkan kepastian terkait hak mereka.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pernyataan tersebut disampaikan Wilfridus Kali kepada media ReformaNews.com melalui WhatsApp pada Minggu, 26 Juli 2026.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sorotan mahasiswa ini mencuat setelah adanya keluhan dari salah seorang anggota Linmas Desa Renrua, Anselmus Luan, yang mengaku hingga saat ini belum menerima hak atau gaji yang menjadi bagiannya. Berdasarkan informasi yang diterima mahasiswa, persoalan serupa diduga juga dialami sejumlah Ketua RT dan Ketua RW di Desa Renrua.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Linmas Desa Renrua Mengaku Belum Terima Honor 2026, Minta Pemerintah Desa Beri Penjelasan</title>
		<link>https://reformanews.com/berita/6514/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arianto Yanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Jul 2026 11:23:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Anselmus Luan]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Renrua]]></category>
		<category><![CDATA[Gaji Linmas]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Kabupaten Belu]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah Kecamatan Raimanuk]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Pusat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://reformanews.com/?p=6514</guid>

					<description><![CDATA[Linmas Desa Renrua Mengaku Belum Terima Honor 2026,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Linmas Desa Renrua Mengaku Belum Terima Honor 2026, Minta Pemerintah Desa Beri Penjelasan</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>BELU, <a href="https://reformanews.com/tag/berita">RFC</a></strong> – Sejumlah perangkat dan unsur masyarakat di Desa Renrua, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), disebut belum menerima hak berupa gaji atau honor sejak awal tahun 2026.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Salah satu Linmas Desa Renrua, Anselmus Luan, mengaku bahwa dirinya bersama sejumlah penerima honor lainnya terakhir menerima gaji pada Desember 2025. Sementara untuk pembayaran tahun 2026 hingga saat ini, menurut Anselmus, belum juga diterima.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hal tersebut disampaikan Anselmus Luan saat diwawancarai media ini pada Minggu, 26 Juli 2026.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Anselmus mengaku kondisi tersebut telah membuat dirinya mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Bahkan, ia mengaku sempat terpikir untuk menggadaikan kartu ATM demi bisa bertahan hidup sambil menunggu pembayaran gaji sebagai anggota Linmas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Saya terakhir terima gaji itu bulan Desember 2025. Untuk tahun 2026 sampai sekarang belum terima. Saya sempat berpikir untuk gadaikan ATM karena kebutuhan hidup, sementara kami masih menunggu gaji sebagai Linmas,&#8221; ungkap Anselmus.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Januarius Defatima Minta Pemkab Belu Beri Perhatian Serius terhadap Kemajuan Sepak Bola</title>
		<link>https://reformanews.com/berita/6508/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arianto Yanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Jul 2026 10:02:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Januarius Defatima]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Kabupaten Belu]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Pusat]]></category>
		<category><![CDATA[Sepak Bola Belu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://reformanews.com/?p=6508</guid>

					<description><![CDATA[Januarius Defatima Minta Pemkab Belu Beri Perhatian Serius...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Januarius Defatima Minta Pemkab Belu Beri Perhatian Serius terhadap Kemajuan Sepak Bola</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>BELU, <a href="https://reformanews.com/tag/berita">RFC</a></strong> – Pemerintah Kabupaten Belu diminta memberikan perhatian dan dukungan yang lebih besar terhadap perkembangan dunia olahraga, khususnya cabang sepak bola, yang dinilai memiliki potensi besar dalam mengharumkan nama daerah di tingkat regional, nasional, hingga internasional.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Permintaan tersebut disampaikan Januarius Defatima melalui pesan WhatsApp kepada media pada Minggu, 26 Juli 2026. Ia menilai sepak bola bukan sekadar olahraga, tetapi juga menjadi salah satu aset daerah yang apabila dikelola dan dibina secara serius dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat sekaligus mengangkat nama Kabupaten Belu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kami memohon kepada Pemerintah Kabupaten Belu agar memandang penting kemajuan dunia olahraga, khususnya sepak bola, sebagai salah satu aset daerah yang memiliki potensi besar untuk mengharumkan nama Kabupaten Belu di tingkat regional, nasional, bahkan internasional,&#8221; ujar Januarius.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>GMNI Cabang Belu Kecam Penolakan Kader dalam Seleksi Sekdes Loonuna, Desak Bupati Belu Copot Kades Jika Terbukti Langgar Aturan</title>
		<link>https://reformanews.com/berita/6241/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arianto Yanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 13:58:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Desa loonuna]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Kabupaten Belu]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah Kecamatan Lamaknen Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Pusat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://reformanews.com/?p=6241</guid>

					<description><![CDATA[GMNI Cabang Belu Kecam Penolakan Kader dalam Seleksi...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>GMNI Cabang Belu Kecam Penolakan Kader dalam Seleksi Sekdes Loonuna, Desak Bupati Belu Copot Kades Jika Terbukti Langgar Aturan</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>BELU, <a href="https://reformanews.com/tag/berita">RFC</a></strong> – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Belu mengecam keras dugaan tindakan Kepala Desa Loonuna yang menolak berkas administrasi salah satu bakal calon Sekretaris Desa (Sekdes) dengan alasan karena yang bersangkutan kerap mengkritisi kebijakan pemerintah desa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Termandat DPC GMNI Cabang Belu, Yohanes Teme, saat diwawancarai Reformanews.com di Sekretariat GMNI Cabang Belu, Senin (06/07/2026).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut Yohanes Teme, alasan penolakan sebagaimana tertuang dalam Berita Acara poin ketiga merupakan bentuk penyalahgunaan kewenangan yang tidak dapat dibenarkan dalam negara demokrasi. Ia menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan hak konstitusional setiap warga negara dan tidak boleh dijadikan dasar untuk menghalangi seseorang mengikuti proses seleksi jabatan publik.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketua BEM STISIP Fajar Timur Atambua Kutuk Dugaan Penyalahgunaan Wewenang Kades Loonuna, Desak Bupati Belu Segera Copot Kepala Desa loonuna</title>
		<link>https://reformanews.com/berita/6235/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arianto Yanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 13:10:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Desa loonuna]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Kabupaten Belu]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah Kecamatan Lamaknen Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Pusat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://reformanews.com/?p=6235</guid>

					<description><![CDATA[Ketua BEM STISIP Fajar Timur Atambua Kutuk Dugaan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ketua BEM STISIP Fajar Timur Atambua Kutuk Dugaan Penyalahgunaan Wewenang Kades Loonuna, Desak Bupati Belu Segera Copot Kepala Desa loonuna</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>BELU, <a href="https://reformanews.com/tag/berita">RFC</a></strong> – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STISIP Fajar Timur Atambua, Melfridus Kali, mengutuk keras dugaan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan Kepala Desa Loonuna, Maximus Bau Mau, dalam proses penjaringan dan penyaringan calon Sekretaris Desa (Sekdes). Pernyataan tersebut disampaikan Melfridus saat diwawancarai Reformanews.com, Minggu (6/7/2026).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut Melfridus, apabila dugaan penolakan terhadap bakal calon Sekretaris Desa Rintorius Oes benar dilakukan bukan karena alasan administratif, melainkan karena yang bersangkutan selama ini aktif mengkritisi kinerja kepala desa, maka tindakan tersebut merupakan bentuk penyalahgunaan kewenangan yang tidak dapat dibenarkan dalam negara hukum.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Proses seleksi perangkat desa seharusnya menjadi ruang untuk melahirkan aparatur yang profesional dan berintegritas, bukan dijadikan alat mempertahankan kekuasaan atau menyingkirkan pihak-pihak yang selama ini bersikap kritis. Kekuasaan adalah amanah, bukan hak istimewa untuk digunakan sesuka hati,&#8221; tegas Melfridus.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Presidium Gerakan Kemasyarakatan PMKRI Atambua Soroti Dugaan Penolakan Berkas Kader GMNI dalam Seleksi Sekdes Loonuna</title>
		<link>https://reformanews.com/berita/6227/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arianto Yanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 12:38:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Desa loonuna]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Kabupaten Belu]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah Kecamatan Lamaknen Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Pusat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://reformanews.com/?p=6227</guid>

					<description><![CDATA[Presidium Gerakan Kemasyarakatan PMKRI Atambua Soroti Dugaan Penolakan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Presidium Gerakan Kemasyarakatan PMKRI Atambua Soroti Dugaan Penolakan Berkas Kader GMNI dalam Seleksi Sekdes Loonuna</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>BELU, <a href="https://reformanews.com/tag/berita">RFC</a></strong> – Presidium Gerakan Kemasyarakatan PMKRI Cabang Atambua, Caitano Manezes Viegas, menyampaikan sikap resmi terkait dugaan penolakan berkas administrasi salah satu kader GMNI yang mendaftar sebagai bakal calon Sekretaris Desa (Sekdes) Loonuna, Kecamatan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saat diwawancarai Reformanews.com di Marga PMKRI Cabang Atambua, Senin (6/7/2026), Caitano menyampaikan keprihatinannya terhadap informasi yang beredar mengenai dugaan penolakan berkas tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurutnya, apabila benar penolakan itu bukan didasarkan pada alasan administratif, melainkan karena calon yang bersangkutan selama ini aktif mengkritik kinerja Kepala Desa Loonuna, maka tindakan tersebut merupakan bentuk diskriminasi yang bertentangan dengan prinsip demokrasi dan negara hukum.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kami memandang bahwa penolakan tersebut diduga tidak didasarkan pada alasan administratif. Dugaan kuat mengarah pada fakta bahwa yang bersangkutan selama ini kerap menyampaikan kritik terhadap kinerja Kepala Desa Loonuna,&#8221; ujar Caitano.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Warga Loonuna Resmi Laporkan Kepala Desa ke Bupati Belu, Desak Pengaduan Segera Diproses</title>
		<link>https://reformanews.com/berita/6183/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arianto Yanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2026 13:27:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Camat Lamaknen Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Desa loonuna]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Kabupaten Belu]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Pusat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://reformanews.com/?p=6183</guid>

					<description><![CDATA[Warga Loonuna Resmi Laporkan Kepala Desa ke Bupati...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Warga Loonuna Resmi Laporkan Kepala Desa ke Bupati Belu, Desak Pengaduan Segera Diproses</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>BELU, <a href="https://reformanews.com/tag/berita">RFC</a></strong> – Warga Desa Loonuna, Kecamatan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu, Eduardus Wilfrid Leto, menyampaikan bahwa dirinya bersama rekannya, Rintorius Oes, telah secara resmi memasukkan laporan pengaduan kepada Pemerintah Kecamatan Lamaknen Selatan, Bupati Belu, dan Wakil Bupati Belu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pernyataan tersebut disampaikan Eduardus kepada Reformanews.com melalui pesan WhatsApp, Kamis (2/7/2026).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut Eduardus, langkah pengaduan tersebut diambil karena berbagai persoalan yang dinilai tidak lagi dapat diselesaikan secara internal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hari ini saya bersama kawan Rinto telah memasukkan laporan pengaduan ke pihak kecamatan, bupati dan wakil bupati. Sekarang kami menunggu perkembangan berikutnya,&#8221; ujar Eduardus.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menegaskan bahwa dirinya bersama rekan-rekannya sebenarnya tidak menginginkan persoalan tersebut berlarut-larut. Namun, menurutnya, tindakan Kepala Desa yang dinilai terus melakukan kebijakan yang merugikan masyarakat membuat mereka memilih menempuh jalur pengaduan resmi.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BEM STISIP Fajar Timur Atambua Kritik Bupati Belu, Nilai Anggaran Daerah Lebih Banyak Dihabiskan untuk Seremoni</title>
		<link>https://reformanews.com/berita/6092/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arianto Yanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2026 12:20:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BEM STISIP]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Belu]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Kabupaten Belu]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Pusat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://reformanews.com/?p=6092</guid>

					<description><![CDATA[BEM STISIP Fajar Timur Atambua Kritik Bupati Belu,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BEM STISIP Fajar Timur Atambua Kritik Bupati Belu, Nilai Anggaran Daerah Lebih Banyak Dihabiskan untuk Seremoni</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>BELU, <a href="https://reformanews.com/tag/berita">RFC</a></strong> – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STISIP Fajar Timur Atambua melontarkan kritik terhadap kebijakan Pemerintah Kabupaten Belu yang dinilai lebih mengutamakan kegiatan seremonial dibandingkan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ketua BEM STISIP Fajar Timur Atambua, Melfridus Kali, melalui pesan WhatsApp kepada media Reformanews.com pada Rabu (24/06/2026), menilai Bupati Belu, Willybrodus Lay, belum mampu membaca kebutuhan prioritas masyarakat di tengah kondisi efisiensi anggaran dan berbagai persoalan yang masih dihadapi warga.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut Melfridus, pemerintah daerah saat ini terkesan lebih fokus pada penyelenggaraan kegiatan-kegiatan seremonial yang ramai dan menarik perhatian publik, namun belum memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Bupati Belu seolah lebih sibuk membangun panggung hiburan daripada membangun kesejahteraan rakyat. Anggaran daerah digunakan untuk kegiatan yang ramai di permukaan, tetapi tidak memberikan jawaban atas persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat setiap hari,&#8221; ujar Melfridus.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Danpos Laktutus Bersama Masyarakat Sukabitetek Panen Padi Bersama di Desa Leun Tolu</title>
		<link>https://reformanews.com/berita/5607/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arianto Yanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 May 2026 10:25:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Leun Tolu]]></category>
		<category><![CDATA[kecamatan Raimanuk]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Kabupaten Belu]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Pusat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://reformanews.com/?p=5607</guid>

					<description><![CDATA[Danpos Laktutus Bersama Masyarakat Sukabitetek Panen Padi Bersama...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Danpos Laktutus Bersama Masyarakat Sukabitetek Panen Padi Bersama di Desa Leun Tolu</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>BELU, <a href="https://reformanews.com/tag/berita">RFC</a></strong> – Kebersamaan antara aparat TNI dan masyarakat kembali terlihat dalam kegiatan panen padi bersama yang dilakukan oleh Danpos Laktutus bersama masyarakat Sukabitetek di Dusun Kota Sukaer, Desa Leun Tolu, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, pada Rabu, 20 Mei 2026.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Danpos Laktutus, Letnan Dua Arm Ananda Noor Bintoro, S.Tr(Han), bersama anggota Pos Laktutus dan warga setempat. Sejak pagi hari, suasana penuh keakraban dan semangat gotong royong tampak menghiasi areal persawahan milik masyarakat yang sedang memasuki masa panen.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Masyarakat terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Para petani bersama anggota TNI turun langsung ke sawah untuk memanen padi yang telah siap dipetik. Kehadiran aparat TNI di tengah-tengah masyarakat tidak hanya memberikan bantuan tenaga, tetapi juga menjadi bentuk dukungan moral bagi para petani yang selama ini bekerja keras mengelola lahan pertanian mereka.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PAUD Uma Tolu Jadi Langkah Awal Pendidikan Anak Usia Dini di Dusun Maurae</title>
		<link>https://reformanews.com/berita/5291/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arianto Yanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 04:18:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Renrua]]></category>
		<category><![CDATA[kecamatan Raimanuk]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Kabupaten Belu]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Pusat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://reformanews.com/?p=5291</guid>

					<description><![CDATA[PAUD Uma Tolu Jadi Langkah Awal Pendidikan Anak...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<ol>
<li>PAUD Uma Tolu Jadi Langkah Awal Pendidikan Anak Usia Dini di Dusun Maurae</li>
</ol>
<p><strong>BELU, <a href="https://reformanews.com/tag/berita">RFC</a></strong> – Aktivitas belajar mengajar di PAUD Uma Tolu, Desa Renrua, Dusun Maurae, menjadi langkah awal yang penting dalam membangun pendidikan bagi anak usia dini di wilayah tersebut. Kehadiran PAUD Uma Tolu dinilai sangat membantu masyarakat, khususnya anak-anak di Dusun Maurae, Haliamanas, dan Baubauk, untuk memperoleh pendidikan dasar sejak dini.</p>
<p>Dengan semangat para guru yang terus mendidik menggunakan pendekatan penuh perhatian dan kasih sayang, proses pembelajaran di PAUD Uma Tolu berjalan dengan baik. Anak-anak diperkenalkan pada dasar-dasar membaca, berhitung, bermain edukatif, serta pembentukan karakter sejak usia dini.</p>
<p>Masyarakat sekitar Desa Renrua menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah membangun fasilitas penunjang pendidikan bagi anak usia dini di Dusun Maurae. Fasilitas tersebut dinilai sangat membantu kelancaran proses belajar mengajar dan memberikan kenyamanan bagi para siswa.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>GMNI Belu Kritik Aksi Mogok Dokter: “Pelayanan Rakyat Tidak Boleh Dikorbankan”</title>
		<link>https://reformanews.com/berita/4788/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arianto Yanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2026 14:46:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Kabupaten Belu]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Pusat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://reformanews.com/?p=4788</guid>

					<description><![CDATA[GMNI Belu Kritik Aksi Mogok Dokter: “Pelayanan Rakyat...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>GMNI Belu Kritik Aksi Mogok Dokter: “Pelayanan Rakyat Tidak Boleh Dikorbankan”</p>
<p><strong>BELU, <a href="https://reformanews.com/tag/berita">RFC</a></strong> – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Belu menyampaikan pernyataan sikap tegas terkait aksi mogok kerja yang dilakukan oleh sejumlah tenaga medis, khususnya dokter, di berbagai daerah. Ketua GMNI Belu, Bayu Firdaus, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak boleh dikorbankan dalam situasi apapun.</p>
<p>Pernyataan tersebut disampaikan Bayu Firdaus kepada Reformanews.com melalui pesan WhatsApp pada Rabu (08/04/2026). Dalam keterangannya, ia menyoroti bahwa meskipun aksi mogok merupakan bagian dari hak demokratis untuk menyampaikan aspirasi, namun langkah tersebut dinilai tidak tepat jika berdampak langsung pada terganggunya pelayanan kesehatan masyarakat.</p>
<p>“Pelayanan rakyat tidak boleh dijadikan alat tawar-menawar. Ketika dokter menghentikan layanan, yang paling dirugikan adalah masyarakat kecil yang sangat bergantung pada fasilitas kesehatan publik,” tegas Bayu.</p>
<p>Menurutnya, kesehatan merupakan hak dasar setiap warga negara yang telah dijamin dalam konstitusi. Oleh karena itu, segala bentuk aksi yang berpotensi menghambat akses masyarakat terhadap layanan kesehatan harus dikaji secara serius, baik dari sisi etika profesi maupun tanggung jawab kemanusiaan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa Siap Kawal Janji Perbaikan Jalan, Jangan Lagi “Manis di Bibir, Pahit di Rasa”</title>
		<link>https://reformanews.com/berita/4598/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arianto Yanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Mar 2026 03:38:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Rusak]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Kabupaten Belu]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Pusat]]></category>
		<category><![CDATA[STISIP Fajar Timur Atambua]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://reformanews.com/?p=4598</guid>

					<description><![CDATA[Mahasiswa Siap Kawal Janji Perbaikan Jalan, Jangan Lagi...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Mahasiswa Siap Kawal Janji Perbaikan Jalan, Jangan Lagi “Manis di Bibir, Pahit di Rasa”</p>
<p><strong>BELU, <a href="https://reformanews.com/tag/berita">RFC</a></strong> – Ketua BEM STISIP Fajar Timur Atambua, Melfridus Kali, menegaskan komitmen mahasiswa untuk mengawal janji Bupati Belu yang menyatakan akan segera melakukan perbaikan jalan menuju kampus STISIP Fajar Timur Atambua.</p>
<p>Pernyataan tersebut disampaikan Melfridus saat diwawancarai pada Sabtu, 28 Maret 2026, sebagai respons atas pernyataan Bupati Belu yang menyebutkan bahwa perbaikan jalan akan segera dilakukan meskipun sebelumnya sempat dikaitkan dengan kondisi musim.</p>
<p>Melfridus menyambut baik pernyataan tersebut, namun menegaskan bahwa mahasiswa membutuhkan bukti nyata, bukan sekadar pernyataan di ruang publik.</p>
<p>“Kalau memang bupati sudah menyampaikan akan segera melakukan perbaikan, maka kami berharap itu benar-benar direalisasikan. Jangan lagi ada alasan yang berulang. Mahasiswa dan masyarakat butuh kepastian, bukan sekadar janji,” tegasnya.</p>
<p>Ia juga mengingatkan agar faktor cuaca tidak lagi dijadikan alasan untuk menunda pekerjaan yang sudah lama dinantikan oleh civitas akademika dan masyarakat sekitar.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Satu Dekade Bertahan di Rumah Tak Layak Huni, Petani Disabilitas di Renrua Dahulukan Pendidikan Anak</title>
		<link>https://reformanews.com/berita/satu-dekade-bertahan-di-rumah-tak-layak-huni-petani-disabilitas-di-renrua-dahulukan-pendidikan-anak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arianto Yanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2026 10:05:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Renrua]]></category>
		<category><![CDATA[Dusun Baumauk]]></category>
		<category><![CDATA[kecamatan Raimanuk]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Kabupaten Belu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://reformanews.com/?p=4308</guid>

					<description><![CDATA[Satu Dekade Bertahan di Rumah Tak Layak Huni,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Satu Dekade Bertahan di Rumah Tak Layak Huni, Petani Disabilitas di Renrua Dahulukan Pendidikan Anak</p>
<p><strong>BELU, <a href="https://reformanews.com/tag/berita">RFC</a></strong> – Potret keteguhan hati ditunjukkan oleh Bapak Dominggus Ulu Kehi, warga Dusun Baumauk, Desa Renrua, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu.</p>
<p>Di tengah keterbatasan ekonomi dan kondisi fisik sebagai penyandang disabilitas, ia tetap bertahan tinggal di rumah yang nyaris roboh demi memastikan putrinya dapat menyelesaikan pendidikan hingga perguruan tinggi.</p>
<p>Berdasarkan pantauan Reformanews.com di lokasi pada Kamis (19/03/2026), kondisi rumah yang ditempati Bapak Dominggus sangat memprihatinkan. Dinding batako tampak retak lebar bahkan jebol di sejumlah bagian.</p>
<p>Sementara itu, struktur atap yang hanya menggunakan kayu lapuk, bebak, dan seng bekas terlihat miring dan tidak lagi memberikan perlindungan yang layak dari panas maupun hujan.</p>
<p>Di dalam rumah, kondisi serba terbatas juga terlihat jelas. Ruangan yang ada difungsikan secara serbaguna, termasuk sebagai tempat makan, dengan peralatan seadanya. Situasi ini mencerminkan kebutuhan mendesak akan hunian yang layak dan aman.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
