<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Keberhasilan Reforma Agraria &#8211; ReformaNews.Com</title>
	<atom:link href="https://reformanews.com/tag/keberhasilan-reforma-agraria/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://reformanews.com</link>
	<description>Referensi Informasi Teraktual</description>
	<lastBuildDate>Thu, 20 Feb 2025 18:02:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://reformanews.com/wp-content/uploads/2024/08/cropped-thumb-32x32.png</url>
	<title>Keberhasilan Reforma Agraria &#8211; ReformaNews.Com</title>
	<link>https://reformanews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Keberhasilan Reforma Agraria Bergantung pada Kolaborasi Lintas Sektor, Tegas Dirjen Penataan Agraria Yulia Jaya Nirmawati</title>
		<link>https://reformanews.com/internasional/keberhasilan-reforma-agraria-bergantung-pada-kolaborasi-lintas-sektor-tegas-dirjen-penataan-agraria-yulia-jaya-nirmawati/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ReformaNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Feb 2025 13:01:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[ATR/BPN]]></category>
		<category><![CDATA[Keberhasilan Reforma Agraria]]></category>
		<category><![CDATA[Kebijakan Satu Peta]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian ATR/BPN]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi Pemerintah dan CSO]]></category>
		<category><![CDATA[Penyelesaian Konflik Agraria]]></category>
		<category><![CDATA[Redistribusi Tanah di Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Reforma Agraria Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Tantangan Reforma Agraria]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://reformanews.com/?p=1866</guid>

					<description><![CDATA[Reformanews.Com, Jakarta &#8211; Dalam diskusi panel yang berlangsung...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="131" data-end="840"><strong data-start="131" data-end="160">Reformanews.Com, <a href="https://reformanews.com/tag/atr/bpn">Jakarta</a></strong> &#8211; Dalam diskusi panel yang berlangsung pada Asia Land Forum 2025 di Mercure Jakarta Batavia, <strong data-start="254" data-end="278">Yulia Jaya Nirmawati</strong>, Direktur Jenderal (Dirjen) Penataan Agraria Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan reforma agraria di Indonesia sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor. Ia menekankan bahwa penyelesaian berbagai tantangan dalam reforma agraria tidak bisa hanya mengandalkan satu instansi atau kementerian saja. Semua pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga organisasi masyarakat sipil (CSO), akademisi, dan aparat penegak hukum (APH), harus bekerja sama untuk mencapainya.</p>
<h2 data-start="842" data-end="909"><strong data-start="842" data-end="909">Kolaborasi Lintas Sektor untuk Reforma Agraria yang Berkeadilan</strong></h2>
<p data-start="911" data-end="1309">Dalam sesi panel yang dipandu oleh sejumlah pakar agraria, Yulia Jaya Nirmawati mengungkapkan bahwa reforma agraria adalah tugas besar yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak.</p>
<p data-start="911" data-end="1309">&#8220;Reforma agraria bukan hanya tanggung jawab Kementerian ATR/BPN. Kami sangat membutuhkan dukungan, sinergi, dan kolaborasi dengan kementerian dan lembaga lintas sektoral,&#8221; ujar Dirjen Penataan Agraria dalam sambutannya.</p>
<p data-start="1311" data-end="1881">Menurut Yulia, untuk mewujudkan reforma agraria yang berkeadilan dan merata, sangat penting untuk menghilangkan ego sektoral antar lembaga. Tumpang tindih kebijakan dan konflik kepentingan antar instansi bisa menghambat proses redistribusi tanah dan penyelesaian konflik agraria yang semakin kompleks.</p>
<p data-start="1311" data-end="1881">“<a href="https://www.atrbpn.go.id/berita/isi-panel-diskusi-dalam-asia-land-forum-2025-dirjen-penataan-agraria-kolaborasi-lintas-sektoral-kunci-keberhasilan-reforma-agraria" target="_blank" rel="noopener">Keberhasilan reforma agraria</a> tidak terlepas dari harmonisasi kebijakan, regulasi, dan peraturan yang dapat menciptakan kepercayaan hukum. Ini adalah tantangan besar yang harus diselesaikan dengan kerja sama yang erat antara sektor vertikal dan horizontal,&#8221; tambahnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
