<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>karcis retribusi &#8211; ReformaNews.Com</title>
	<atom:link href="https://reformanews.com/tag/karcis-retribusi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://reformanews.com</link>
	<description>Referensi Informasi Teraktual</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 Mar 2026 12:02:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://reformanews.com/wp-content/uploads/2024/08/cropped-thumb-32x32.png</url>
	<title>karcis retribusi &#8211; ReformaNews.Com</title>
	<link>https://reformanews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pasar Motamasin Ramai Sejak Jumat Sore, Pedagang Keluhkan Karcis Retribusi Tanpa Tanggal dan Tanda Tangan</title>
		<link>https://reformanews.com/ekonomi/https-reformanews-com-tag-ekonomi-11/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Alfons Molo]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2026 11:58:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[karcis retribusi]]></category>
		<category><![CDATA[pasar Motamasin]]></category>
		<category><![CDATA[tanda tangan petugas]]></category>
		<category><![CDATA[tanpa tanggal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://reformanews.com/?p=4064</guid>

					<description><![CDATA[Pasar Motamasin Ramai Sejak Jumat Sore, Pedagang Keluhkan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pasar Motamasin Ramai Sejak Jumat Sore, Pedagang Keluhkan Karcis Retribusi Tanpa Tanggal dan Tanda Tangan Petugas</strong></p>
<p><strong>Malaka</strong>, <span style="color: #0000ff">Reformanews.com</span> —Sore perlahan turun di langit Motamasin. Riuh pasar mulai menggeliat, menghadirkan denyut kehidupan bagi masyarakat kecil. Lapak-lapak sederhana berdiri rapat, para pedagang sibuk menata barang dagangan, sementara pembeli silih berganti datang mencari kebutuhan rumah tangga. Di tengah hiruk pikuk itu, tampak pula petugas yang berkeliling memberikan karcis retribusi kepada para pedagang.</p>
<p>Pasar mingguan Motamasin Wehali di wilayah Betun, Kabupaten Malaka, sejatinya dikenal berlangsung setiap hari Sabtu. Namun dalam praktiknya, aktivitas pasar sudah mulai hidup sejak Jumat sore. Kondisi ini justru memberi ruang bagi perputaran ekonomi masyarakat kecil untuk bergerak lebih cepat, karena para pedagang memiliki waktu lebih panjang untuk menjajakan dagangan mereka.</p>
<p>Di balik keramaian pasar yang menjadi sumber penghidupan bagi banyak keluarga kecil itu, sejumlah pedagang menyampaikan keluhan terkait karcis retribusi yang mereka terima.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Retribusi Bikin Geram! Sopir Bemo Atambua-Malaka Keluhkan Karcis Dishub Belu Diduga Tak Sesuai Nominal</title>
		<link>https://reformanews.com/berita/retribusi-bikin-geram-sopir-bemo-atambua-malaka-keluhkan-karcis-dishub-belu-diduga-tak-sesuai-nominal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ReformaNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2026 14:48:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dishub Belu]]></category>
		<category><![CDATA[karcis retribusi]]></category>
		<category><![CDATA[retribusi bemo Atambua-Malaka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://reformanews.com/?p=3820</guid>

					<description><![CDATA[Retribusi Bikin Geram! Sopir Bemo Atambua–Malaka Keluhkan Karcis...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Retribusi Bikin Geram! Sopir Bemo Atambua–Malaka Keluhkan Karcis Dishub Belu Diduga Tak Sesuai Nominal</p>
<p><strong>Belu, <a href="https://reformanews.com/tag/berita">RFC</a></strong> – Sejumlah sopir bemo yang melayani trayek Atambua–Malaka mengeluhkan dugaan ketidaksesuaian nominal retribusi yang diminta oleh petugas dari Dinas Perhubungan Kabupaten Belu. Para sopir menilai pungutan yang dilakukan di lapangan tidak sesuai dengan nilai yang tercantum pada karcis resmi.</p>
<p>Salah seorang sopir yang enggan disebutkan namanya mengaku kebingungan dengan perbedaan jumlah retribusi yang harus dibayar. Menurutnya, pada karcis yang diberikan tertera nominal sebesar Rp5.000, namun petugas justru meminta pembayaran sebesar Rp10.000.</p>
<p>“Kami ini bingung. Di karcis tertulis retribusi Rp5.000, tetapi petugas meminta Rp10.000. Kami tidak tahu yang benar yang mana,” ujarnya kepada Reformanews.com, Kamis (5/3/2026).</p>
<p>Ia mengatakan kondisi tersebut membuat para sopir merasa keberatan, mengingat penghasilan mereka dari menarik penumpang tidak selalu menentu setiap hari. Jika pungutan yang diminta tidak sesuai dengan nominal resmi pada karcis, para sopir menilai hal itu berpotensi merugikan mereka.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
