<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bupati SBS–HMS &#8211; ReformaNews.Com</title>
	<atom:link href="https://reformanews.com/tag/bupati-sbs-hms/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://reformanews.com</link>
	<description>Referensi Informasi Teraktual</description>
	<lastBuildDate>Mon, 01 Sep 2025 17:22:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://reformanews.com/wp-content/uploads/2024/08/cropped-thumb-32x32.png</url>
	<title>Bupati SBS–HMS &#8211; ReformaNews.Com</title>
	<link>https://reformanews.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Radja Yohanes Sulap Lahan Tidur Jadi Kebun Sayur, Dukung Program Bupati SBS–HMS!</title>
		<link>https://reformanews.com/berita/radja-yohanes-sulap-lahan-tidur-jadi-kebun-sayur-dukung-program-bupati-sbs-hms/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[ReformaNews.Com]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Sep 2025 17:21:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[5000 pohon cabai]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati SBS–HMS]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Numponi]]></category>
		<category><![CDATA[kebun sayur]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahanan Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[lahan tidur]]></category>
		<category><![CDATA[Malaka Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Kabupaten Malaka.]]></category>
		<category><![CDATA[pemuda tani]]></category>
		<category><![CDATA[pertanian NTT]]></category>
		<category><![CDATA[program pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[pupuk]]></category>
		<category><![CDATA[Radja Yohanes]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://reformanews.com/?p=2644</guid>

					<description><![CDATA[Malaka, RFC &#8211; Di tengah arus urbanisasi yang...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Malaka, <a href="https://reformanews.com/tag/berita/">RFC</a></strong> &#8211; Di tengah arus urbanisasi yang mendorong banyak pemuda desa merantau demi penghasilan cepat, Radja Yohanes (51) memilih arah berlawanan: kembali ke tanah. Warga Manmana, Desa Numponi, Kecamatan Malaka Timur, Kabupaten Malaka, NTT, itu menyingsingkan lengan baju, membabat semak, dan menyulap lahan tidur seluas satu hektare menjadi kebun sayur produktif.</p>
<p>Pilihan tersebut bukan sekadar urusan ekonomi keluarga, tetapi juga bentuk dukungan nyata pada program Bupati SBS–HMS untuk menggerakkan sektor pertanian rakyat dan memanfaatkan lahan tak tergarap.</p>
<p>Ditemui di kediamannya pada Senin, 1 Agustus 2025, Yohanes memaparkan komoditas yang ia budidayakan. Di kebun barunya tumbuh 5.000 pohon cabai (lombok), 750 pohon kol, 600 pohon tomat, 150 pohon terong, serta 500 rumpun sayur putih.</p>
<p>“Ini untuk ketahanan pangan keluarga dan menambah penghasilan. Kalau semua warga ikut bertanam, pasokan pangan daerah akan lebih aman,” ujarnya.</p>
<p>Pada areal yang sebelumnya dipenuhi belukar, kini barisan bedengan tersusun rapi dan ditopang sistem pengairan sederhana. Skala tanam yang beragam memungkinkan panen bergilir, sehingga risiko gagal harga bisa ditekan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
