“Dualisme di tingkat pusat tidak boleh mencederai semangat persatuan di NTT. Justru Konferda harus menjadi ajang konsolidasi ideologis, tempat seluruh cabang bersatu menyuarakan semangat perjuangan Bung Karno dan berpihak kepada kepentingan rakyat,” tegasnya.
Mantan Sekretaris DPC GMNI Belu itu juga mengingatkan, regenerasi kepemimpinan di tubuh GMNI harus berjalan seiring dengan pendalaman ideologi serta penguatan kultur organisasi. Karena itu, ia menyerukan agar seluruh 16 cabang GMNI se-NTT ikut terlibat aktif dalam persiapan hingga pelaksanaan Konferda.
“Konferda bukan sekadar formalitas organisasi. Ini ruang kaderisasi yang harus melahirkan kepemimpinan progresif, konsisten secara ideologis, dan berpihak pada wong cilik,” tambahnya.
Sekretaris GMNI NTT, Yakobus Madya Sui, turut mendukung penunjukan Bung Viki sebagai Ketua Termandat. Ia menjelaskan, SK mandat diberikan karena Ketua DPD GMNI NTT sedang menjalankan studi di Jakarta. Namun koordinasi dengan Marianus Krisanto tetap berjalan baik.
