“Pertemuan ini menjadi ruang koordinasi untuk membahas pemetaan daerah pemilihan DPRD Kabupaten Malaka serta berbagai aspek yang perlu diperhatikan dalam proses penataan dapil ke depan,” ujarnya.
Selain itu, dalam diskusi tersebut juga disinggung peluang penambahan jumlah kursi DPRD Kabupaten Malaka yang dapat terjadi seiring dengan perkembangan jumlah penduduk di daerah tersebut.
Tidak hanya membahas dapil, Bawaslu dan KPU Malaka juga mendiskusikan strategi untuk memperbaiki serta membersihkan data pemilih di Kabupaten Malaka. Langkah ini dinilai penting guna memastikan data pemilih yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan pada penyelenggaraan pemilu mendatang.
Informasi mengenai kegiatan tersebut diperoleh media ini melalui keterangan tertulis yang diterima pada Senin (9/3/2026).
Melalui pertemuan ini, kedua lembaga berharap koordinasi dan sinergi antar penyelenggara pemilu terus terjaga sehingga pelaksanaan pemilu di Kabupaten Malaka dapat berlangsung secara transparan, akuntabel, dan berintegritas
