Baginya, pelantikan bukan sekadar pergantian posisi dalam struktur pemerintahan. Di balik sebuah jabatan terdapat kepercayaan pimpinan daerah sekaligus harapan masyarakat yang harus dijawab melalui kerja nyata.
“Pelantikan ini bukan hanya seremonial atau sekadar rotasi jabatan, tetapi merupakan amanah dan kepercayaan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujar Lambertus.
Ia mengingatkan, jabatan tidak boleh berhenti pada ruang kantor dan tanda tangan di atas dokumen. Jabatan harus hadir dalam bentuk pelayanan yang dirasakan masyarakat.
Karena itu, Lambertus menitipkan tiga pesan kepada para pejabat yang baru dilantik. Pertama, menjaga integritas dan loyalitas. Kedua, membangun sinergi dan koordinasi. Ketiga, tetap fokus pada pelayanan publik.
Menurutnya, tiga hal tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan roda pemerintahan bergerak tidak hanya secara administratif, tetapi juga benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Di sisi lain, DPRD Kabupaten Malaka memastikan fungsi pengawasan tetap berjalan. Setiap program pemerintah, terutama yang menyentuh kepentingan rakyat, akan terus dikawal agar dilaksanakan secara transparan dan akuntabel.
