Dalam arahannya, pendiri Beta Timor menegaskan bahwa Ormas ini hadir untuk “melayani yang tak terpikirkan dan menjangkau yang tak terjangkau”, dengan fokus pada pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat kecil, terutama dalam situasi duka. Gerakan ini hidup dari kepedulian nyata, dari peti jenazah hingga kebutuhan sederhana seperti kopi, gula, serta bantuan material pemakaman.
Ia menekankan bahwa seluruh gerakan harus dijalankan dengan prinsip “Melayani dengan Hati”, karena pengabdian ini lahir dari ketulusan, bukan kepentingan. Di sini, pelayanan tidak diukur dari besar kecilnya bantuan, tetapi dari ketulusan hati yang menggerakkannya.
Kepada pengurus yang baru dilantik, ia juga menegaskan tiga nilai utama organisasi, yakni Solid, Militan, dan Setia.
Solid berarti kekompakan yang menyatukan langkah, saling menopang tanpa meninggalkan yang lemah, dan menjaga kebersamaan sebagai kekuatan utama.
Militan berarti kesungguhan total dalam pelayanan, siap hadir kapan saja dibutuhkan tanpa perhitungan pribadi, dan tetap teguh dalam misi kemanusiaan.
